Sidoarjo.Terasdelta - Gelombang pro dan kontra yang mewarnai isu kembalinya Bupati Sidoarjo, H. Subandi, ke pangkuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat tanggapan serius dari pengamat politik. Direktur Accurate Research and Consultants Indonesia (ARCI), Baihaqi Siradj, menilai langkah PKB untuk merangkul kembali Subandi adalah keputusan yang sangat rasional, terlepas dari posisi struktural apa yang akan diembannya nanti.
Menanggapi dinamika internal PKB Sidoarjo tersebut, Baihaqi menekankan bahwa melihat posisi Subandi saat ini sebagai kepala daerah, penolakan terhadap kehadirannya justru akan menjadi kerugian bagi partai.
“Sangat rasional kalau PKB ingin mengembalikan Subandi ke dalam jajaran partai. Meskipun misalnya tidak lagi diposisikan sebagai Ketua DPC. Dalam peta politik banyak daerah, partai politik justru saling berebut untuk bisa menggaet kepala daerah agar bergabung. Di Sidoarjo ini aneh kalau sudah ada kader nyata yang menjabat kepala daerah, lalu kemudian ada keinginan untuk menolak,” ujar Baihaqi. Sabtu ( 4/4/2026 ).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Baihaqi ini membedah argumentasi logis untuk mematahkan tudingan bahwa suara PKB menurun ketika Subandi menjabat sebagai Ketua DPC sebelumnya. Menurut analisis ARCI, klaim tersebut tidaklah benar dan tidak didukung konteks politik yang utuh saat Pemilu legislatif lalu.
Secara rasional, Baihaqi menjelaskan bahwa pada saat Pemilu berlangsung, kapasitas Subandi masih sebagai Plt Bupati dan belum menjadi Bupati secara definitif dengan kewenangan penuh. Selain itu, pilar-pilar politik di lapangan saat itu belum sepenuhnya tegak lurus kepadanya.
“Argumentasi bahwa suara PKB turun saat beliau jadi ketua DPC itu tidak benar secara rasional. Kita harus melihat fakta di lapangan saat itu. Subandi belum menjadi bupati definitif. Jika dilihat dari komposisi caleg yang bertarung, bisa diidentifikasi bahwa beberapa orang yang terpilih justru masih banyak yang merupakan orang dekat atau gerbong dari bupati sebelumnya (Gus Muhdlor),” papar Baihaqi detail.
Oleh karena itu, Baihaqi menyarankan agar polemik ini disikapi secara dewasa dengan mengedepankan kepentingan strategis partai ke depan. Kembalinya Subandi yang kini memegang tonggak kepemimpinan di Sidoarjo dinilai akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi soliditas dan elektabilitas PKB di masa mendatang.( Mec )
.jpg)