Notification

×

Iklan

Iklan

Tjiwi Kimia: Pionir Pengolahan Sampah Menjadi Emas Sejak Tahun 70-an .

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-02T04:54:00Z


 

‎​Sidoarjo.Terasdelta – Isu pengelolaan sampah saat ini memang menjadi perhatian global, namun bagi PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, mengolah "barang bekas" menjadi komoditas bernilai tinggi bukanlah hal baru. Perusahaan yang kini menjadi raksasa industri kertas ini ternyata sudah mengakrabkan diri dengan limbah sejak awal berdiri.



‎​Dalam sebuah diskusi bersama Insan media, Beny Haryawan Humas PT.Tjiwi Kimia mengungkapkan bahwa potensi ekonomi dari sampah sangatlah luar biasa. Bahkan, jauh sebelum tren e-commerce dan digitalisasi mewabah di Indonesia, semangat "mengubah sampah jadi emas" sudah terpatri.



‎​"Tahun 2005-2007 saya sudah membuat platform bernama www.barangbekasjadimas.com. Saat itu orang belum terlalu melirik, tapi potensinya sudah terlihat jelas," ungkap Beny disaat  Halal Bihalal idul Fitri 1447 H.



‎​Tjiwi Kimia yang berdiri pada tahun 1972 mengawali langkahnya bukan langsung sebagai produsen kertas, melainkan industri kimia pada tahun 1974. Produk-produk seperti soda flake dihasilkan untuk kebutuhan penjernihan air dan pemutih.



‎​Baru pada tahun 1976, perusahaan merambah ke industri kertas. Menariknya, bahan baku utama yang digunakan kala itu adalah limbah atau sampah hasil pertanian.


‎*​Ampas Tebu (Bagasse): Merupakan bahan baku utama yang dicampur dengan pulp dan kertas bekas untuk menghasilkan kertas putih berkualitas tinggi.



‎*​Sinergi Industri: Penggunaan ampas tebu ini terus berlangsung hingga era 80-an, bekerja sama dengan berbagai pabrik gula.
‎​


‎​Meskipun sukses memanfaatkan ampas tebu, Tjiwi Kimia harus beradaptasi dengan perubahan zaman. Pada tahun 1982, perusahaan memutuskan untuk beralih sepenuhnya menggunakan pulp sebagai bahan baku utama.



‎​Keputusan ini diambil karena dua faktor utama yaitu ​Menurunya Pasokan: Produksi ampas tebu dari pabrik-pabrik gula mulai berkurang. ​Kapasitas Mesin: Peningkatan kapasitas mesin yang pesat tidak lagi sebanding dengan ketersediaan stok ampas tebu di lapangan.



‎​"Jadi kalau bicara soal barang bekas atau persampahan, Tjiwi Kimia sudah bermain di situ sejak awal berdiri. Ini adalah bagian dari sejarah panjang kami dalam mengelola potensi ekonomi dari limbah," pungkasnya.


‎​Hingga kini, semangat keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya yang efisien tetap menjadi pilar utama bagi Tjiwi Kimia dalam mempertahankan posisinya di pasar internasional.( Mec

×
Berita Terbaru Update