Notification

×

Iklan

Iklan

Cetak Kader Aswaja Tangguh, MWCNU Wonoayu Bersama PCNU Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kesakralan Baiat di PD-PKPNU.

Jumat, 03 Juli 2026 | Juli 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-03T12:52:09Z


‎Sidoarjo.Terasdelta - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonoayu bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo kembali menggelar Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU). Menariknya, kegiatan kali ini merupakan angkatan ke-3 bagi Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Wonoayu, sekaligus menjadi angkatan ke-28 di tingkat PCNU Sidoarjo.


‎​Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai hari Jumat hingga Minggu ini, untuk pertama kalinya diselenggarakan di wilayah Wonoayu, tepatnya di Pondok Pesantren Sabilul Ulum Al- Hidayah Karangpuri. Jumat, (3/7/2026). Biasanya, pelatihan kader serupa sering kali dilaksanakan di kawasan Jolotundo atau Juwangi.


‎​Ketua MWCNU Wonoayu,H.Ir.Anas Dimyati, menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme yang luar biasa dari para nahdliyin. Tercatat sebanyak 67 peserta turut serta dalam kegiatan pemantapan ini.


‎​"Alhamdulillah, saat ini ada 25 Ranting NU yang semuanya mengirimkan delegasi peserta. Mereka datang dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Ranting NU, badan otonom (Banom) seperti Fatayat, Muslimat, GP Ansor, guru-guru TPQ, takmir masjid, hingga pengurus ranting lainnya," ujarnya.


‎​Peserta tidak hanya datang dari wilayah domestik Wonoayu (sekitar 56 orang), namun ada juga peserta yang hadir dari kecamatan lain seperti Taman dan Candi, bahkan ada peserta yang jauh-jauh datang dari Madura untuk mengikuti proses kaderisasi ini.


‎​Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, H. Ahmad Fahruddin, S.Si. dan dihadiri oleh Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Zainal Abidin, Pengasuh Ponpes Sabilul Ulum Al- Hidayah,

‎KH.ahmad Suyono, Pemerintah Kecamatan dan Jajaran Pengurus MWCNU Wonoayu.


‎​Tujuan utama dari PD-PKPNU ini merupakan untuk pemantapan serta penguatan kapasitas kader. Proses kaderisasi di NU dinilai memiliki nilai kesakralan tersendiri yang mampu membentuk karakter yang kuat.


‎​"Kaderisasi ini sangat penting karena sifatnya yang sakral dalam membentuk karakter kader yang militan. Loyalitas yang dibangun di sini tidak hanya sekadar loyalitas di lisan saja, melainkan lahir dari proses pembaiatan yang khidmat," jelasnya.


‎​Melalui proses baiat inilah, nilai-nilai kesakralan itu muncul sehingga diharapkan mampu membentuk karakter kader yang militan serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap organisasi.


‎​H.Anas Dimyati berharap, selepas mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari ini, para lulusan kader dapat lebih berkhidmat bagi umat dan organisasi.


‎​"Harapan kami bagi para kader yang mengikuti PD-PKPNU ini, terutama agar mereka bisa lebih berkhidmat, loyal, dan ikhlas. Karena pada sesi akhir nanti akan ada pembaiatan, di situlah letak kesakralannya. Semoga tertanam keikhlasan di dalam diri mereka yang semata-mata demi mencari rida Allah SWT, sehingga terbentuk karakter kader Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah) yang tangguh," pungkasnya.


‎Sementara itu, Wakil Sekretaris PCNU Jatim,H. Ahmad Fahruddin, S.Si. menyatakan bahwa Jumlah warga Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia tercatat sangat besar. Berdasarkan hasil berbagai lembaga survei, lebih dari 50% penduduk Indonesia menyatakan diri dekat atau mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari warga NU.


‎Kendati memiliki basis massa yang besar, sebuah tantangan baru muncul di kalangan generasi muda, di mana tren pengenalan terhadap nilai-nilai ke-NU-an dinilai mulai mengalami penurunan.


‎​"Jumlah warga NU itu kan memang luar biasa besar. Yang mengaku bahwa dirinya itu NU itu cukup besar, hasil survei 50% lebih penduduk Indonesia itu menyatakan diri sebagai dekat dengan NU atau ya warga NU lah," ujarnya.


‎​Menyikapi fenomena tersebut, penguatan kaderisasi kini menjadi agenda mendesak yang terus digalakkan secara masif. Langkah strategis ini dinilai penting demi mempersiapkan generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan organisasi di masa mendatang.


‎​"Ini yang kita perlu terus lakukan kaderisasi. Karena mereka-mereka inilah nanti sebagai generasi penerus. Jadi di PMII, di IPNU, di IPPNU, juga di PDPKPNU ini selalu kita galakkan," lanjutnya.


‎Ahmad Fahruddin juga menjelaskan, pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD PKPNU) menunjukkan geliat yang sangat aktif dan masif. Hampir setiap pekan, agenda kaderisasi ini setidaknya terlaksana di tiga hingga empat lokasi berbeda di berbagai daerah.


‎​"Kalau PDPKPNU di wilayah Jawa Timur ini sangat masif. Seperti hari ini, hari ini itu ada di tiga titik lokasi yang kami dapat undangan. Yaitu di Sidoarjo ini di MWCNU Wonoayu, kemudian di MWCNU NU Buduran. Kemudian kalau di Blitar hari ini juga ada. Jadi kalau kaderisasi PDPKP ini saya kira hampir setiap minggu itu paling tidak ada tiga atau empat lokasi di Jawa Timur yang melaksanakan," jelasnya.


‎​Melalui rangkaian kaderisasi yang masif dan terstruktur ini, Gus Fahruddin menaruh harapan besar agar ikatan di antara para aktivis NU dapat semakin kokoh, sekaligus mampu menyentuh aspek-aspek yang lebih dekat dengan generasi muda.


‎​"Tentu harapannya semakin menguatkan kembali ikatan kita, para aktivis NU, untuk terus bergerak. Khususnya kita menyentuh anak-anak muda, karena merekalah sebagai generasi penerus dari para muassis, dari para pejuang NU. Itu saya kira," pungkasnya.(Mec)


×
Berita Terbaru Update