Terasdelta.com – Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo menggelar sosialisasi Beasiswa Program Doktor Untuk Dosen Indonesia (BPDDI) & Strategi Percepatan Studi S3 di Auditorium Gedung C lantai 2, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang inspirasi sekaligus bentuk komitmen kampus dalam memotivasi para dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tertinggi.
Rektor UMAHA, dr. Hidayatullah, Sp.N., dalam sambutannya menegaskan bahwa kuliah S3 bukan sekadar mengejar gelar akademik, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan.
"Saya berharap dosen UMAHA tidak ragu untuk melangkah. UMAHA akan terus memberikan dukungan agar semakin banyak dosen kita menjadi doktor dan guru besar yang mampu membawa UMAHA semakin maju dan berdaya saing," ujar dr. Hidayatullah.
Pada sesi sosialisasi, Direktur SDM UMAHA, Ir. Nurul Aziza, S.T., M.T., mengupas tuntas berbagai peluang Beasiswa BPDDI, mulai dari persyaratan, tahapan seleksi, hingga strategi agar peluang lolos semakin besar.
Ia menekankan bahwa memperoleh beasiswa bukan semata-mata soal kecerdasan akademik, melainkan tentang kesiapan, komitmen, dan kesungguhan dalam mempersiapkan diri.
"Tips paling penting agar lolos beasiswa S3 adalah mempersiapkan semuanya sejak awal. Bangun rekam jejak akademik yang baik melalui penelitian dan publikasi, susun proposal riset yang kuat dan relevan, serta lengkapi seluruh dokumen dengan teliti. Kesempatan akan datang kepada mereka yang sudah siap menyambutnya," jelas Ir. Nurul Aziza.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMAHA, Dr. Evi Ratnasari Ekawati, S.Si., M.Si., membagikan strategi praktis agar studi doktor dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas penelitian.
Menurutnya, banyak mahasiswa doktor terlambat lulus bukan karena kurang cerdas, tetapi karena terlambat memulai penelitian.
"Prinsip utama studi S3 adalah memulai riset sejak hari pertama. Jangan menunggu semua mata kuliah selesai. Integrasikan tugas kuliah dengan topik disertasi, sehingga setiap tugas menjadi bagian dari penelitian. Selain itu, lakukan eksekusi publikasi secara paralel agar target akademik dapat dicapai secara bertahap," paparnya.
Di penghujung sesi, Dr. Evi menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna yang mendapat perhatian para peserta.
"Mahasiswa S3 yang berhasil bukan selalu yang paling pintar, tetapi yang paling konsisten. Konsisten membaca, menulis, meneliti, berdiskusi, dan terus bergerak maju adalah kunci utama menyelesaikan studi doktor."
Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju gelar doktor bukanlah perlombaan siapa yang paling cepat atau paling cerdas, melainkan tentang ketekunan untuk terus melangkah meski menghadapi berbagai tantangan.
Melalui kegiatan ini, UMAHA tidak hanya memberikan informasi mengenai peluang beasiswa, tetapi juga membangun budaya akademik yang produktif di kalangan dosen. Semakin banyak dosen yang melanjutkan studi S3 diharapkan akan melahirkan lebih banyak penelitian berkualitas, publikasi ilmiah bereputasi, serta inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Dengan semangat "belajar sepanjang hayat", UMAHA terus berkomitmen mencetak dosen-dosen unggul yang mampu berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia. Sosialisasi ini menjadi bukti bahwa mimpi meraih gelar doktor bukanlah sesuatu yang jauh, melainkan tujuan yang dapat dicapai melalui persiapan yang matang, konsistensi, dan keberanian untuk memulai. Dan seperti biasanya acarapun ditutup dengan sesi foto bersama. (Sam Arif).


