Sidoarjo.Terasdelta — Dugaan peristiwa keracunan makanan melanda ratusan santri Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (1/9/2026) malam. Sebanyak 393 santri dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis secara mendesak di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengonsumsi santapan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Laporan lapangan mencatat gelombang kedatangan pasien mulai memadati Instalasi Gawat Darurat (IGD) di berbagai rumah sakit sejak Selasa sore hingga menjelang tengah malam. Berdasarkan data teranyar, jumlah korban tersebar di tujuh rumah sakit di wilayah Sidoarjo, dengan penanganan terbesar berpusat di RSUD Notopuro sebanyak 271 santri.
Selain di RSUD Notopuro, penanganan medis juga dilakukan di RSI Siti Hajar sebanyak 57 santri, RS Fatimah 22 santri, RS Delta Surya 14 santri, RS Pusura 13 santri, RS Porong 8 santri, serta Klinik Azka 8 santri.
Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr. H. Iqbal Faizin, M.Kes., menyampaikan bahwa hingga pukul 21.15 WIB, pihak rumah sakit telah menerima hampir 60 pasien yang langsung ditangani oleh tim medis emergency. Dari keseluruhan pasien di RSI Siti Hajar, sebanyak tujuh santri membutuhkan penanganan intensif melalui rawat inap, sementara sisanya berada dalam fase observasi.
"Kondisi hingga pukul 21.15 WIB tercatat ada pasien masuk melalui IGD hampir 60. Kemudian yang diperlukan rawat inap tercatat ada tujuh pasien. Kami masih bisa menampung kira-kira hampir 50-an pasien lagi. Insyaallah semuanya terkondisikan dengan baik, baik keluarga maupun pasien," ujar dr. Iqbal.
Ia menambahkan, seluruh santri yang masuk ke ruang perawatan dalam kondisi stabil dan berada di bawah pengawasan ketat tim dokter. Pihak RSI Siti Hajar juga memisahkan penanganan antara area steril untuk pasien di dalam IGD dan area tunggu untuk mendampingi keluarga korban agar penanganan berjalan kondusif.
Maraknya simpang siur informasi di masyarakat dan media sosial yang menyebutkan adanya santri yang meninggal dunia langsung direspon oleh pihak pemerintah daerah. Bupati Sidoarjo, Subandi, turun langsung meninjau proses penanganan darurat di RSUD Notopuro pada Selasa malam.
Dalam peninjauan tersebut, Subandi memastikan seluruh sarana medis dan tenaga kesehatan telah dikerahkan secara maksimal untuk menangani korban. Ia secara tegas membantah isu gugurnya santri akibat insiden tersebut.
"Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Berita santri ada yang meninggal itu hoaks," tegas Subandi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Dinas Kesehatan dan pihak kepolisian setempat saat ini tengah berkoordinasi untuk melakukan investigasi mendalam. Sampel makanan dari menu MBG yang dikonsumsi para santri telah diambil oleh tim penjelajah epideomiologi untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikannya penyebab pasti timbulnya gejala keracunan massal tersebut.(Mec).
