Sidoarjo.Terasdelta – Madrasah Aliyah (MA) Nurul Huda Sedati Sidoarjo menggelar ujian praktik Tata Boga yang berlangsung meriah di halaman ypi Nurul Huda Sedati. Senin (20/4/2026). Praktik prakarya ini diikuti oleh 29 kelompok siswa kelas XII sebagai salah satu syarat mutlak kelulusan.
Kepala MA Nurul Huda Sedati,Nurul Badi'ah,M.Pd, menyatakan Dalam ujian praktik kali ini, para siswa ditantang untuk menunjukkan kemahiran memasak mereka dengan menyajikan berbagai menu, mulai dari makanan tradisional Indonesia hingga kuliner internasional.
"Ujian praktik ini diikuti oleh 29 kelompok. Menu yang disajikan sangat beragam, mulai dari makanan tradisional seperti serabi, kolak, hingga makanan internasional, khususnya negara korea maupun Chinese Food," ujarnya.
Nurul Badi'ah juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas nilai, melainkan bekal nyata bagi siswa. Terbukti, banyak alumni MA Nurul Huda yang berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Tata Boga, salah satunya di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
"Banyak anak-anak kami yang lanjut ke Unesa di jurusan Tata Boga. Bahkan, saat mereka kuliah, teman-temannya sering mengira mereka adalah lulusan SMK karena kemampuan memasaknya yang sudah sangat matang sejak di madrasah," tambahnya.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas, pihak Madrasah tidak main-main dalam urusan penilaian. Tim juri yang dihadirkan merupakan Chef profesional hingga Maseterchef Indonesia yang berasal dari sektor perhotelan ternama di sejumlah wilayah Jawa timur.
Muhammad Bima Saputra, salah satu peserta ujian yang akrab disapa Bima, menjelaskan bahwa kelompoknya memilih Korean Fried Chicken sebagai menu utama. Tak hanya makanan, mereka juga melengkapinya dengan minuman segar berupa Es Degan Santan Sirup Cocopandan.
"Kami memilih masakan internasional, khususnya dari Korea, karena ingin mengangkat keunikan cita rasa khas negara tersebut yang saat ini memang sedang digemari," ujar.
Bima mengaku proses persiapannya tidaklah instan. Ia dan timnya sempat mengalami beberapa kali kegagalan saat sesi latihan di rumah sebelum akhirnya berhasil menemukan resep yang pas untuk disajikan dalam ujian hari ini.
"Waktu latihan pasti ada gagalnya, tapi kami coba terus sampai alhamdulillah berhasil dan siap disajikan hari ini," tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Alif Asyadullah, yang memilih menyajikan menu tradisional Gado-Gado lengkap dengan kesegaran Es Lemon Tea. Alif, yang tampil percaya diri dengan balutan kemeja batik dan blangkon khas Jawa, mengungkapkan bahwa pilihannya jatuh pada Gado-Gado bukan tanpa alasan.
Ia memiliki kedekatan emosional dengan menu tersebut karena pengalaman masa lalunya.
“Dulu saya pernah berjualan, jadi saya memilih masak Gado-Gado. Selain itu, saya juga ingin mengangkat nilai tradisional Nusantara melalui masakan ini,” ujar Alif.
Melalui ujian praktik ini, diharapkan para siswa tidak hanya lulus secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan hidup (life skill) yang dapat digunakan untuk berwirausaha atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.( Mec ).
