Sidoarjo.Terasdelta - SMP Negeri 2 Porong terus berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup (life skills) yang mumpuni. Melalui program kokurikuler, sekolah ini mengasah kreativitas dan jiwa kewirausahaan siswanya sejak dini.
Kepala SMPN 2 Porong, Matnuri,S.Pd.,M.M. menjelaskan bahwa proses pembelajaran di sekolahnya tidak hanya terpaku di dalam kelas. Seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9 dilibatkan dalam berbagai kegiatan praktik yang menunjang kompetensi mereka.
Setiap jenjang kelas memiliki fokus kegiatan yang berbeda namun tetap berkesinambungan dimana Kelas 7 & 8 Berfokus pada keterampilan praktis seperti merangkai bunga,memasak makanan dan diajarkan cara membuat produk, tetapi juga strategi pemasarannya.
Sedangkan untuk Kelas 9 para siswa dari 8 kelas Mengusung tema kebudayaan nusantara mulai menampilkan keragaman budaya dari berbagai daerah provinsi di Indonesia mulai Papua, Aceh, Bali, DKI jakarta, Jawa tengah,Sidoarjo Jawa timur, Sulawesi dan Kalimantan. Penampilan ini mencakup Seni Tari, pakaian adat, rumah adat, hingga kuliner khas daerah masing-masing.
Matnuri menekankan bahwa di balik produk yang dihasilkan, ada nilai-nilai karakter penting yang sedang ditanamkan kepada 749 siswanya.
"Kegiatan ini mengandung makna agar anak-anak memiliki kecakapan dalam gotong royong, kerja sama yang baik, kerja tim, serta kedisiplinan," ujar Matnuri saat ditemui dalam Gebyar kokurikuler. Sabtu (8/5/2026).
Lebih lanjut, pihak sekolah berharap bekal kewirausahaan ini dapat menjadi modal berharga bagi siswa saat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di SMA, SMK,MA maupun Pondok Pesantren.
"Harapan kami, anak-anak tidak hanya terpaku pada cita-cita bekerja di kantor. Mereka harus memiliki lompatan yang lebih tinggi untuk menjadi wirausahawan sukses di masa depan," pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Kadispendikbud ) Kupaten sidoarjo, Dr.Tirto Adi, M.Pd. memberikan apresiasi tinggi terhadap peran guru dan kepala sekolah dalam memfasilitasi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar terbaik. Menurutnya, esensi pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan di dalam kelas, melainkan pemberian bekal yang komprehensif untuk masa depan anak didik.
"Pendidikan itu memberikan bekal kepada anak-anak untuk kehidupan ke depan. Bekal tersebut tidak hanya diberikan di dalam kelas atau intrakurikuler, tapi juga perlu penguatan melalui pengalaman dan wawasan dalam kegiatan kokurikuler," ujar Tirto.
Ia menambahkan bahwa di era sekarang, penguasaan materi akademik saja tidak cukup. Anak-anak harus dibekali dengan keterampilan (skill), kecakapan, serta karakter yang kuat. Hal ini dapat dibentuk melalui kerja sama tim dan berbagai praktik lapangan yang diterapkan di sekolah.
Lebih lanjut, Tirto Adi memberikan pesan mendalam kepada jajaran pendidik dan kepala sekolah agar mengawal seluruh siswa kelas 9 hingga tuntas. Ia menegaskan tidak boleh ada lulusan SMP yang putus sekolah.
"Saya titip kepada Bapak Kepala Sekolah dan para Guru, pastikan semua lulusan SMPN 2 Porong kelas 9 tidak ada yang tidak sekolah. Semuanya harus sekolah! Boleh ke SMA, SMK, Madrasah Aliyah, atau ke Pondok Pesantren," tegasnya.
Menurutnya, mengantarkan anak-anak menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi adalah tugas bersama sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
Gebyar Kokurikuler SMPN 2 Porong ini secara simbolis dibuka oleh Kadispendikbud Kabupaten Sidoarjo,Dr.Tirto Adi, M.Pd dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo,Abdilah Nasih, Forkopimka Porong, Komite, Dewan guru SMPN 2 Porong dan Orang tua siswa kelas 9.(Mec).
.jpg)