Kejuaraan IBCA MMA se-Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya 2026 secara resmi digelar di GOR Pancasila, Surabaya. (Foto: Dok IBCA MMA Jatim).
Terasdelta.com – Ajang bergengsi Piala Wali Kota Surabaya resmi menjadi momentum krusial dalam menjaring bibit unggul atlet bela diri campuran amatir (MMA). Kejuaraan ini diproyeksikan sebagai langkah awal bagi para atlet Jawa Timur untuk menembus kompetisi skala nasional hingga internasional.
Ketua Pengprov IBCA MMA Jawa Timur, Arief Budi Prasetyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang tanding, melainkan wadah strategis untuk mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta kejuaraan bergengsi lainnya.
“Ajang bergengsi Piala Wali Kota ini melahirkan banyak potensi baru. Ini salah satu upaya kami untuk menyiapkan Porprov dan kejuaraan selanjutnya, termasuk Asian Championship di Bali serta event bela diri di Sulawesi Utara pada Oktober mendatang,” ujar Arief kepada Terasdelta.com, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa fokus pembinaan saat ini mencakup dua aspek utama, kematangan teknis dan ketangguhan mental. Dengan rekam jejak Jawa Timur sebagai "pabrik" atlet berprestasi, Arief optimistis dominasi prestasi di berbagai level dapat terus dipertahankan.
Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Kota Surabaya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, S.Sn., menyampaikan bahwa ajang ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mencapai target 250 medali emas.
“Kami berharap, dari kota bisa naik ke tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Semua cabang olahraga kami dukung, tidak hanya MMA, agar target prestasi bisa tercapai,” tegasnya.
Atlet-atlet terbaik yang lahir dari Piala Wali Kota ini dipastikan tidak akan berhenti di sini. Mereka akan segera masuk ke dalam program pembinaan lanjutan untuk mengikuti berbagai multi-event pada September dan Oktober mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum IBCA MMA Kabupaten Sidoarjo, H. Edy Rudyanto SH MH, mengungkapkan bahwa, Ikatan Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Kabupaten Sidoarjo juga menerjunkan atlet-atlet terbaiknya dalam ajang bergengsi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Piala Walikota Surabaya. Langkah ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan misi strategis dalam memetakan kekuatan tempur Sidoarjo di kancah regional.
"Dalam kejuaraan ini merupakan bagian dari sistem seleksi yang ketat dan terukur. Kami tidak hanya datang untuk berkompetisi, tapi juga memantau langsung perkembangan mental dan teknik para atlet di atas ring. Kejurprov ini adalah barometer penting bagi kami," ujar pria yang akrab disapa Abah Etar.
Abah Etar menambahkan bahwa, tim kepelatihan tengah melakukan seleksi berjalan untuk menjaring bakat-bakat potensial yang akan diproyeksikan mewakili Sidoarjo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2027 mendatang.
"Target utama kami adalah mencetak atlet yang matang secara jam terbang. Dengan seleksi yang dimulai sejak dini melalui ajang seperti Piala Walikota Surabaya, kami optimis Sidoarjo mampu melahirkan jawara-jawara baru yang siap mendominasi podium di Porprov 2027 nanti," imbuhnya penuh optimisme.
Langkah ini menjadi pondasi kuat menuju Porprov 2027, di mana Surabaya akan bertindak sebagai tuan rumah. Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus memfasilitasi para atlet, baik dari sisi sarana maupun prasarana, guna memastikan sinergi antara pemerintah dan organisasi olahraga melahirkan jawara-jawara baru yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. (Sam Arif).



