Terasdelta.com - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., memberikan apresiasi tinggi serta motivasi besar dalam acara Graduation Ceremony (Prosesi Wisuda) MINU KH Mukmin Sidoarjo yang berlangsung meriah, Ahad (7/6/2026).
Dalam sambutannya, Mufi Imron membakar semangat para wisudawan, guru, dan orang tua wali murid dengan yel-yel khas madrasah. "Madrasah! Maju, bermutu, mendunia!" seru Kepala Kemenag yang disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin.
Mufi Imron menegaskan bahwa madrasah ke depan tidak boleh lagi hanya dikenal di lingkungan sekitar atau lokal saja. Beliau bermimpi MINU KH Mukmin menjadi rujukan nasional hingga internasional.
"Saya pengin suatu ketika mendengar orang Kalimantan datang ke sini, mencari MINU KH Mukmin untuk menitipkan anaknya. Bahkan, saya pengin mendengar lagi nanti ada tukar-menukar pelajar. Siswa MINU KH Mukmin berada di Australia, dan siswa Australia berada di KH Mukmin. Amin," harapnya.
Kepala Kemenag Sidoarjo juga memuji penampilan para siswa di atas panggung yang dinilainya sangat lengkap menampilkan tiga unsur utama pendidikan, yaitu ilmu, seni, dan agama. Menurutnya, kolaborasi ini menghasilkan lulusan yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga benar secara moral dan memiliki rasa yang halus.
"Mencetak orang pintar itu sulit, tetapi mencetak orang bener jauh lebih sulit. Di sinilah pentingnya ilmu seni untuk mengolah rasa mereka," jelasnya. Ia memuji kepemimpinan Ibu Anis selaku kepala madrasah beserta seluruh dewan guru yang sukses membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang berani, percaya diri, bahkan piawai berpidato layaknya pimpinan pondok pesantren.
Selain fokus pada mutu kelulusan dan tahfidz Al-Qur'an yang dapat memberikan 'mahkota surga' bagi orang tua, MINU KH Mukmin saat ini juga tengah gencar berbenah menuju Madrasah Adiwiyata (sekolah berwawasan lingkungan).
Mufi Imron mengakui, meski memiliki tantangan keterbatasan lahan halaman yang padat, MINU KH Mukmin tidak kehabisan akal kreatif. Mereka memanfaatkan botol-botol bekas untuk dijadikan vas tanaman yang ditempel di dinding demi menciptakan sekolah hijau (green school).
Di akhir sambutan, ia mendoakan agar MINU KH Mukmin terus maju berkembang menjadi lembaga pendidikan yang terpercaya dan menjadi percontohan ideal, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Sidoarjo. (Sam Arif).
