Notification

×

Iklan

Iklan

Memukau! MC Berbusana Adat Tiga Bahasa Curi Perhatian di Pelepasan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu

Sabtu, 06 Juni 2026 | Juni 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T06:58:05Z

Terasdelta.com – Acara tasyakuran dan pelepasan siswa kelas 9 MTs YPM 1 Wonoayu, Sidoarjo, tampil beda dan penuh warna. Tidak hanya menjadi ajang perpisahan, acara ini menjadi panggung unjuk budaya dan bahasa yang memukau.

Sorotan utama tertuju pada tiga orang pembawa acara (MC) dari adik kelas yang tampil anggun mengenakan pakaian adat Nusantara mulai dari adat Papua, Sulawesi, hingga Batak, sambil memandu jalannya acara menggunakan tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris, dan Arab.

​Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTs YPM 1 Wonoayu, Kukuh Purwono, M. Pd., menjelaskan, pemilihan konsep ini sengaja dilakukan untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa dan wali murid.

​"Kami ingin generasi muda lebih tahu tentang keanekaragaman budaya kita dan jangan sampai ditinggalkan karena kemajuan teknologi," ujar Kukuh di sela-sela tasyakuran dan pelepasan siswa kelas 9 MTs YPM 1 Wonoayu, Sabtu (6/6/2026).

​Ia juga menambahkan bahwa penggunaan tiga bahasa ini mencerminkan identitas sekolah. Sebagai sekolah bilingual, bahasa Inggris menjadi menu wajib. Sementara itu, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa nasional, dan bahasa Arab diadopsi karena kentalnya nuansa pondok pesantren di lingkungan masyarakat sekitar. 

​Dibalik kesuksesan acara, ketiga MC yang terpilih melalui seleksi ketat ini menyimpan cerita perjuangan dan ambisi masa depan yang luar biasa.


​Ken Iswara De'e Raqhutni (Kelas 8A), MC Bahasa Inggris menyatakan, meski dirasa cukup berat, ribet, dengan menggunakan busana adat Nusantara dinilai memberikan kesan mewah, glamor, dan elegan. Meski sempat deg-degan, Ken yang bercita-cita menjadi psikolog ini sukses memandu acara dalam bahasa Inggris setelah melalui latihan intensif selama dua minggu.

"Tantangannya ada pada intonasi dan beberapa kosakata baru yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Tapi ini pengalaman seru untuk belajar lebih banyak," ungkapnya.

​Nelli Pratiwi (Kelas 8D), MC Bahasa Indonesia. Bagi Nelli, tugas ini adalah buah dari penantian selama 8 tahun sejak ia memendam bakat MC di bangku Sekolah Dasar (SD). Menampilkan performa terbaiknya dengan bahasa Indonesia, Nelli sempat jatuh sakit saat masa latihan tiga minggu. Namun, wejangan dari orang tua membakar semangatnya kembali.

"Orang tua mengingatkan bahwa MC adalah bagian paling penting dari acara. Alhamdulillah, acara lancar dan ini memicu keinginan saya untuk nge-MC lagi di masa depan," kata siswa yang bercita-cita menjadi bos muda di bidang kosmetik ini.

​Saidatus Salamah (Kelas 7A), MC Bahasa Arab mengaku, berbekal pengalaman mondok di Pondok Pesantren Al Jaelani, Semarang, Saidatus dipercaya membawakan acara dalam bahasa Arab.

Meski awalnya tidak terlalu menyukai bahasa Arab karena tingkat kesulitan nada dan pelafalan hurufnya, latihan intensif membuatnya tampil percaya diri dan tenang. Siswa yang bercita-cita menjadi dokter dan MC pengajian/pernikahan ini sukses memukau hadirin dengan kefasihan bahasanya.

​Melalui perpaduan busana adat yang megah dan penguasaan tiga bahasa ini, MTs YPM 1 Wonoayu berharap seluruh warga sekolah dapat bangga terhadap identitas budaya dan bahasa mereka, sekaligus terus bergerak maju sesuai dengan tuntutan zaman dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama. (Sam Arif). 

×
Berita Terbaru Update