Notification

×

Iklan

Iklan

Tinjau Pembangunan Gedung Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Menko Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan Jamin Aspek Keselamatan.

Rabu, 24 Juni 2026 | Juni 24, 2026 WIB Last Updated 2026-06-24T10:47:43Z


 

‎​Sidoarjo.Terasdelta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan dengan pimpinan serta keluarga besar salah satu pesantren ternama di wilayah tersebut.

‎​Dalam kunjungannya,Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny, K.H. R.Abdus Salam Mujib, Bupati Sidoarjo, H. Subandi,Kemenag Sidoarjo serta Forkopimda Sidoarjo. Hadir pula perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum, Irawanto, serta Deputi 1 Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Najib Faisal, bersama jajaran staf khusus.

‎​"Sore hari ini saya bersilaturahmi kepada pimpinan dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo," ujar AHY saat di ponpes Al Khoziny pada Rabu (24/6/2026).


‎Saat ini Pemerintah Pusat terus mematangkan komitmennya dalam mendongkrak kualitas sarana pendidikan keagamaan di tanah air. Saat ini, fokus utama tertuju pada percepatan proyek renovasi dan pembangunan kembali infrastruktur di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, serta ribuan madrasah yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.


‎​Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa proyek berskala besar ini ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan. Saat meninjau langsung lokasi, ia menyebut progres fisik proyek telah melewati angka krusial.


‎​"Progres pembangunan fisik saat ini telah melampaui angka 50 persen," ujar Menko AHY.

‎​

‎​Pembangunan ulang di kawasan Ponpes Al-Khoziny ini tidak main-main. Pemerintah membangun tiga fasilitas gedung utama yang dirancang saling terintegrasi demi menunjang aktivitas para santri, antara lain:

‎* ​Gedung Asrama Modern: Rumah hunian bertingkat yang didesain untuk mengakomodasi sekitar 830 hingga 850 santri dari jenjang Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah. Sebagian area juga disiapkan khusus untuk tempat tinggal para ustadz.

‎* ​Masjid Megah 4 Lantai: Rumah ibadah vertikal yang diproyeksikan mampu menampung hingga 1.200 jemaah untuk ibadah bersama.

‎* ​Gedung Kelas Baru: Ruang kelas yang representatif dengan kapasitas ideal masing-masing 30 santri per kelas guna mendukung efektivitas belajar.


‎​Tak hanya bangunan utama, proyek ini juga menyentuh aspek sanitasi modern dan kepastian ketersediaan air bersih yang layak bagi lingkungan pesantren.

‎​

‎​Ada aspek krusial yang diusung dalam megaproyek ini, yaitu penerapan standar keselamatan yang sangat ketat. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dan penghormatan pasca-musibah masa lalu yang sempat merenggut nyawa 67 syuhada di pesantren tersebut.


‎​Pemerintah menegaskan tekadnya untuk menerapkan prinsip build back better membangun kembali dengan kualitas yang jauh lebih aman dan kokoh. Standar keselamatan ini nantinya akan diadopsi secara menyeluruh di berbagai ponpes dan sekolah agama lain di Indonesia.


‎​"Kita harapkan dengan fasilitas yang lebih baik dan nyaman, para santri bisa lebih tenang dan fokus dalam proses belajar-mengajar, mengaji, memperdalam ilmu agama, serta membangun akhlak yang mulia," kata AHY.


‎​Untuk membiayai perbaikan masif ini, dana yang dikucurkan terbilang fantastis. Khusus untuk renovasi total Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, pemerintah mengalokasikan anggaran kurang lebih sebesar Rp122 miliar.


‎​Sementara untuk program di tingkat nasional, pemerintah tengah mengawal renovasi 1.400 madrasah di seluruh Indonesia yang mengalami tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak sedang hingga berat.


‎​"Proyek renovasi madrasah ini menelan total anggaran sekitar Rp4 triliun," imbuh AHY.


​Demi menjamin mutu dan kelayakan bangunan, proyek ini diawasi ketat secara kolaboratif oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk, serta tim konsultan teknis. Langkah masif ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berkarakter di masa depan.(Mec).


×
Berita Terbaru Update