Sidoarjo.Terasdelta — Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, kepedulian sosial warga Desa Wunut Porong Sidoarjo, Jawa Timur, tetap terjaga. Masyarakat setempat menunjukkan kekompakan dalam menyukseskan acara tahunan santunan anak yatim piatu yang digelar di Masjid Al-Maghfiroh dalam rangka memperingati bulan Muharram, Rabu (24/6/2026) malam.
Program sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, hingga sejumlah perusahaan yang beroperasi di lingkungan Desa Wunut.
Pada tahun ini, santunan disalurkan kepada 29 anak yatim piatu. Berbeda dari tahun sebelumnya, nominal yang diterima setiap anak mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun lalu setiap anak mendapatkan Rp2,4 juta, tahun ini jumlahnya melonjak hingga berkisar antara Rp3 juta sampai Rp4 juta per anak.
Ketua Panitia Santunan sekaligus Ketua Takmir Masjid Al-Maghfiroh, Akhmad Nurwahyudi, menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh warga, khususnya kelompok ibu-ibu Muslimat yang dinilai aktif bergerak menggalang dana secara rutin setiap Kamis malam (Jumat Pon).
"Alhamdulillah, meskipun harga pertamax naik dan dolar juga naik, hal itu tidak menyurutkan niat panitia serta bapak-ibu sekalian untuk terus berbagi kepada sesama di bulan Muharram ini," ujar Nurwahyudi.
Nurwahyudi menambahkan, bantuan ini sengaja momentumnya diselaraskan dengan tahun ajaran baru sekolah agar memberikan dampak langsung yang nyata.
"Maksud dan tujuannya adalah untuk meringankan beban anak-anak yatim yang ada di Desa Wunut ini. Terutama ini kan mau masuk sekolah, tahun ajaran baru. Sehingga anak-anak yang ingin beli baju seragam sekolah, beli tas, dan apa saja, bisa tercukupi," katanya.
Aksi sosial yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini tercatat terus menunjukkan tren positif. Tidak hanya dari internal desa, donatur dari luar wilayah Sidoarjo, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), serta sektor swasta turut menyisihkan sebagian rezekinya.
Melihat potensi tersebut, pihak penyelenggara berencana memperluas jangkauan bantuan ke depan melalui penyediaan "Kotak Kemaslahatan Umat" di area masjid. Wadah ini nantinya akan dialokasikan untuk menyokong kebutuhan ekosistem sosial yang lebih luas, seperti anak-anak berkebutuhan khusus dan kaum dhuafa.
Sementara itu, Ketua Pengurus Ranting NU Wunut, H. Muhammad Kholil, mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi dan transparansi pengumpulan dana yang didukung penuh oleh warga dari RT 1 hingga RT 13 melalui gerakan koin NU.
"Seluruh warga Desa Wunut dari RT 1 sampai RT 13 semuanya sudah memiliki kesadaran tinggi untuk menyantuni anak yatim melalui LAZISNU. Alhamdulillah, anak-anak pun merasa sangat senang," pungkas Kholil.
Melalui sinergi lintas elemen antara pengurus NU, badan otonom (Banom), LAZISNU, dan warga, Desa Wunut diharapkan mampu menjadi role model dalam mewujudkan kemandirian umat serta kepedulian sosial yang berkelanjutan di tingkat regional.(Mec)
