Notification

×

Iklan

Iklan

Gelar ODL di Sidoarjo, SMK ITABA Gedangan Ajak Siswa Meneladani Ulama dan Rawat Warisan Budaya.

Kamis, 17 September 2026 | September 17, 2026 WIB Last Updated 2026-09-17T11:24:56Z


‎Sidoarjo.Terasdelta — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ITABA Gedangan Kabupaten Sidoarjo menggelar Outdoor Learning (ODL). Kamis (16/9/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dengan memboyong para siswa langsung ke lokasi-lokasi bersejarah, berbudaya, dan bernilai spiritual di wilayah Sidoarjo.


‎Dalam agenda pembelajaran luar kelas ini, para siswa dan guru pendamping mendatangi dua lokasi utama, yakni Museum Mpu Tantular dan Makam Mbah Ali Masud di Pagerwojo, Sidoarjo.

‎Destinasi pertama diawali dengan eksplorasi koleksi peninggalan sejarah di Museum Mpu Tantular. Dilokasi ini, Para siswa berkesempatan langsung bisa mengamati berbagai artefak dan rekam jejak peradaban masyarakat Jawa Timur secara empiris, tidak sebatas teks di dalam ruang kelas.

‎Kunjungan ini dirancang untuk memantik rasa ingin tahu, kepedulian terhadap rekam jejak sejarah, serta membangun kesadaran generasi muda akan krusialnya pelestarian warisan budaya bangsa.

‎Rangkaian kegiatan dilanjutkan menuju kawasan Pagerwojo untuk menziarahi Makam Mbah Ali Masud, salah satu sosok ulama karismatik lokal. Kunjungan tersebut ditujukan sebagai sarana penguatan karakter dan nilai spiritual peserta didik melalui penggalian nilai keteladanan dari perjalanan hidup sang ulama.

‎Kepala SMK ITABA Gedangan, Joko Siswanto, M.Pd.I. menyatakan Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak meneladani Ulama dan Rawat Warisan Budaya.

‎" Kegiatan ini dinilai sangat penting untuk mengedukasi pada para siswa dalam mengenalkan terhadap rekam jejak sejarah dan menghormati jasa para ulama, merawat tradisi keagamaan, serta menanamkan sikap rendah hati, santun, dan berakhlak mulia dalam interaksi sosial sehari-hari." Ujar Joko.

‎Joko menambahkan bahwa Pelaksanaan Outdoor Learning ini merupakan bentuk komitmen SMK ITABA bahwa proses edukasi tidak selayaknya terbatas pada dinding-dinding kelas.

‎" Kombinasi kunjungan museum dan makam ulama memberikan ruang keseimbangan antara wawasan sejarah-budaya dan refleksi moral-spiritual."Tambahnya

‎Melalui pendekatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademis dan teknis, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi berkarakter, berbudaya, serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial. Agenda ditutup dengan sesi refleksi bersama untuk merekatkan pemahaman materi dengan realitas kehidupan nyata.(Mec).

×
Berita Terbaru Update