Notification

×

Iklan

Iklan

Sistem AHWA Jadi Kunci Sukses Pelantikan Damai 23 Ranting NU di Porong.

Sabtu, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T23:11:10Z


 

‎Sidoarjo.Terasdelta — Sebanyak 23 Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di bawah naungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Porong masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik secara serentak oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo. Prosesi pelantikan dipusatkan di Masjid Darussalam, Ranting Kesambi, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026) malam.

‎Pelantikan massal ini dihadiri langsung oleh Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin beserta jajaran pengurus harian cabang, pengurus MWCNU Porong, perwakilan pemerintah desa, unsur TNI-Polri, tokoh agama, hingga ratusan warga Nahdliyin yang memadati area lokasi acara.

‎Pelantikan serentak ini tidak sekadar menjadi momentum seremonial pergantian kepengurusan, melainkan juga bagian dari konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput untuk menjaga kondusivitas wilayah pasca-musyawarah pemilihan.

‎Ketua MWCNU Porong, H. Sugiono, menjelaskan bahwa seluruh proses pemilihan di 23 ranting tersebut dilaksanakan secara murni menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Sistem musyawarah mufakat yang melibatkan jajaran jajaran ulama Syuriyah dan pengurus Tanfidziyah ini dinilai efektif meredam dinamika kompetisi yang kerap memicu perpecahan di tingkat bawah.

‎"Musyawarah di tingkat MWCNU dan Ranting sengaja difokuskan melalui skema AHWA untuk meminimalisasi peta konflik. Sebab jika sampai terjadi perselisihan di tingkat ranting, hal itu berpotensi menggoyahkan stabilitas persaudaraan dan mengganggu ukhuwah nahdliyah antarjamaah," ujar Sugiono.

‎Sugiono menekankan bahwa perbedaan pendapat maupun dinamika selama proses pemilihan merupakan hal lazim dalam berorganisasi. Namun, setelah pelantikan tuntas, seluruh jajaran pengurus diminta kembali bersatu dan tidak memelihara fragmentasi politik organisasi.

‎"Kami mewanti-wanti tidak ada dendam antara pengurus lama dan pengurus baru. Kita senantiasa bersama-sama menjalankan program yang baik. Program lama yang kurang sempurna akan kita perbaiki bersama secara kolektif," tegasnya.

‎Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PRNU Kesambi, Misbahuddin, menilai kepatuhan terhadap regulasi organisasi PBNU menjadi kunci sukses terselenggaranya Musyawarah Ranting (Musran) yang damai dan sejuk di wilayahnya.

‎"Kader di Kesambi memiliki pemahaman organisasi yang cukup baik. Sebelum pemilihan digelar, seluruh pihak mempelajari dan memahami aturan AHWA yang berlaku di PBNU, sehingga iklim kompetisi berjalan sangat kondusif tanpa gesekan," kata Misbahuddin.

‎Menatap masa khidmat 2026–2031, PRNU Kesambi memplot penguatan sektor pendidikan dan penanganan masalah sosial-ekonomi sebagai pilar utama program kerja lima tahun ke depan. Menurut Misbahuddin, perbaikan kualitas SDM warga NU hanya dapat dicapai melalui akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

‎"Program utama kami adalah mengawal pendidikan, khususnya di lingkungan NU Kesambi. Pendidikan adalah instrumen paling efektif untuk memerdekakan dan mengangkat derajat manusia menuju kehidupan yang lebih sejahtera," jelasnya.

‎Penguatan Sinergi Seluruh Banom NU
‎Untuk mengeksekusi berbagai program strategis tersebut, PRNU Kesambi bakal mengonsolidasikan seluruh kekuatan Badan Otonom (Banom) NU mulai dari Muslimat, Fatayat, Gerakan Pemuda Ansor, IPNU, hingga IPPNU agar bergerak sinergis dalam satu komando.

‎Fokus aksi penanganan sosial akan diarahkan pada pengentasan kemiskinan dan pendampingan anak-anak yatim piatu di wilayah Kesambi.

‎"Seluruh Banom NU di Kesambi solid dan siap bersatu. Kami fokus pada upaya penanganan masalah sosial, khususnya pembinaan anak yatim dan pengentasan kemiskinan warga agar masyarakat merasakan langsung manfaat keberadaan Nahdlatul Ulama," tutup Misbahuddin.(Mec).


×
Berita Terbaru Update