Notification

×

Iklan

Iklan

Lambat 9 Persen, Bupati Sidoarjo Minta Proyek Jembatan Candinegoro Digenjot Dua Shift.

Selasa, 06 Oktober 2026 | Oktober 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T04:45:49Z

‎

‎Sidoarjo, Terasdelta — Pembangunan Jembatan Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, mencatatkan deviasi minus sebesar 9 persen dari target perencanaan awal. Menanggapi keterlambatan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi meminta pihak pelaksana segera memberlakukan sistem kerja dua shift agar proyek selesai tepat waktu sebelum batas akhir 16 Desember 2026.
‎
‎Hal tersebut ditegaskan Bupati Subandi saat meninjau langsung lokasi pengerjaan bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Selasa (6/10/2026).
‎
‎Subandi menilai seluruh pasokan material, kebutuhan tenaga kerja, hingga pengiriman barang sebenarnya sudah terpenuhi. Oleh karena itu, percepatan di lapangan menjadi langkah krusial mengingat sisa waktu pengerjaan tinggal dua setengah bulan.
‎
‎"Untuk mengejar deviasi minus 9 persen ini, minimal kita harus memberlakukan sistem shift kerja (dua shift)," ujar Subandi di lokasi peninjauan.
‎
‎Selain penambahan shift, Subandi juga menginstruksikan peningkatan frekuensi inspeksi mendadak (sidak) dan koordinasi intensif antara konsultan dengan kontraktor. Jika deviasi terus membesar, Pemkab Sidoarjo tak segan memanggil kontraktor untuk evaluasi total.
‎
‎"Kami berharap pengerjaan ini selesai tepat waktu dengan kualitas bagus. Jika deviasi makin tinggi, mengejar ketertinggalannya akan semakin sulit," tambahnya.
‎
‎Menanggapi arahan tersebut, Pelaksana Proyek Jembatan Candinegoro, Ahmad Amrizal Hakim, optimistis jembatan bernilai Rp1,4 miliar ini justru bisa rampung lebih awal pada November 2026.
‎
‎Ahmad menjelaskan, keterlambatan awal dipicu kondisi geografis berupa derasnya aliran air dan lapisan tanah bawah tanah yang berpasir. Hal ini menyulitkan pemancangan tiang hingga pelaksana harus mengganti alat pemancang dengan kapasitas yang lebih besar.
‎
‎Guna mengejar ketertinggalan yang sempat menyentuh angka 14 hingga 23 persen akibat kendala teknis dan struktur baja, kontraktor telah menyiapkan rencana percepatan (catch-up plan).
‎
‎"Kami telah menambah jumlah pekerja dari 8 orang menjadi 18 orang, memberlakukan pengerjaan hingga malam hari (dua shift), serta mempercepat pengerjaan struktur abutment dan fabrikasi baja," jelas Ahmad.
‎
‎Dengan berbagai langkah taktis tersebut, pihak pelaksana menargetkan deviasi 9 persen dapat terkejar sepenuhnya dalam dua pekan ke depan.(Mec).
‎
‎

×
Berita Terbaru Update