Notification

×

Iklan

Iklan

Resmikan Aula Outdoor SMPN 2 Porong, Arzeti Bilbina Apresiasi Sinergi Orang Tua dan Sekolah.

Jumat, 02 Oktober 2026 | Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T04:37:43Z


‎Sidoarjo.Terasdelta – Memperingati ulang tahun ke-40, SMPN 2 Porong resmi meluncurkan fasilitas baru berupa Aula Terbuka (Outdoor), Jumat (2/10/2026). Menariknya, pembangunan gedung ini murni berdiri atas hasil swadaya dan kolaborasi erat antara Komite Sekolah, orang tua murid, serta jajaran guru.

‎

‎Peresmian sarana anyar ini ditandai secara simbolis oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Arzeti Bilbina, S.E., M.A.P, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo, Ridho Prasetyo, S.STP., M.AP, dan Kepala SMPN 2 Porong, Fanti Agustina, S.Pd., M.Pd.
‎Sejumlah pejabat daerah turut hadir menyaksikan momen penting tersebut, di antaranya Kepala Dinas P3AKB Sidoarjo Heni Kristiani, Sekretaris Disdikbud Sidoarjo Dr. Netti Lastingsih, serta Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M.
‎
‎Kepala SMPN 2 Porong, Fanti Agustina, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya aula terbuka ini di usia sekolah yang memasuki empat dekade.
‎
‎"Di usia ke-40 tahun ini, SMPN 2 Porong dapat mewujudkan kegiatan pembelajaran yang meningkatkan pengalaman serta karakter anak-anak, dilengkapi dengan adanya Aula Outdoor yang diresmikan hari ini. Semoga bermanfaat untuk seluruh kegiatan sekolah," ujar Fanti.
‎
‎Selain peresmian aula, rangkaian HUT ke-40 SMPN 2 Porong diisi dengan sosialisasi kegiatan kokurikuler dari BKKBN Jawa Timur. Puncak peringatan juga diramaikan melalui Pesta Proyek dan Bazar UMKM yang melibatkan para siswa serta orang tua, dengan mengundang alumni dan warga sekitar.
‎
‎Tak sekadar tempat belajar-mengajar, aula terbuka ini dirancang sebagai sarana interaksi sosial, tempat kegiatan bersama, hingga ruang kolaborasi antar-siswa dan masyarakat.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, Arzeti Bilbina menekankan pentingnya peran aktif orang tua dan pendidik dalam membekali masa depan anak, baik dari sisi fisik, mental, maupun jiwa. Ia menyoroti bahaya pernikahan dini dan pentingnya kesiapan reproduksi.
‎
‎"Saat ini yang harus kita persiapkan adalah kematangan jiwa dan batin. Persiapan pernikahan bukan sekadar resepsi, melainkan kematangan jiwa dan kesehatan reproduksi. Jika dipersiapkan dengan baik, insyaallah dapat meminimalisir risiko penyakit dan melahirkan generasi penerus yang sehat serta terhindar dari stunting," tegas Arzeti.
‎
‎Melalui edukasi dan penyediaan fasilitas pendukung tumbuh kembang anak seperti aula outdoor ini, pihak sekolah dan dinas terkait diharapkan terus bersinergi mencetak agent of change demi mewujudkan Sidoarjo bebas stunting. (Mec)
‎

‎

×
Berita Terbaru Update