Notification

×

Iklan

Iklan

Sambut Konfercab IV, PC ISNU Sidoarjo Latih Para Pelajar Mengkreasikan Batik Lokal.

Sabtu, 03 Oktober 2026 | Oktober 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-03T10:20:11Z



‎Sidoarjo.Terasdelta — Suasana Aula Khalifah Cendekia, Jalan Raya Ngelom, Taman, tampak riuh oleh antusiasme puluhan pelajar pada Sabtu (3/10/2026). Di atas lembaran kain putih polos, jemari muda mereka tampak telaten memandu canting dan mengusapkan warna, menghidupkan kembali corak kain khas daerah.
‎
‎Kegiatan bertajuk Workshop Membatik tersebut digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo. Pelatihan ini dikhususkan bagi para pelajar Nahdlatul Ulama di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.
‎
‎Ketua PC ISNU Sidoarjo, Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa agenda ini lahir dari keprihatinan atas minimnya literasi budaya lokal di kalangan generasi muda. Menurutnya, batik Sidoarjo memiliki nilai sejarah tinggi, tetapi makin asing bagi remaja saat ini.
‎
‎"Tujuannya adalah mengenalkan budaya Sidoarjo yang salah satunya adalah batik. Batik Sidoarjo merupakan produk ikonik, tetapi belum banyak dikenal oleh generasi muda kita," kata Sholehuddin.
‎
‎Workshop kali ini melibatkan perwakilan dari 6 lembaga sekolah dan madrasah di wilayah Kecamatan Taman dan sekitarnya. Tiap sekolah mengutus 4 siswa yang didampingi langsung oleh guru pembina.
‎
‎Para peserta diajak mempraktikkan seluruh tahapan membatik, mulai dari membuat pola, membalur lilin malam, hingga proses pewarnaan. Menariknya, seluruh hasil karya kreasi peserta diperbolehkan untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.
‎
‎Sholehuddin menambahkan, pelatihan membatik ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Konferensi Cabang (Konfercab) IV ISNU Sidoarjo, sekaligus momentum memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober.
‎
‎"Mudah-mudahan dengan hajatan ISNU ke depan ini, ISNU semakin berdaya dan semakin berdampak bagi masyarakat. Selamat Hari Batik Nasional," pungkasnya.
‎
‎Batik Indonesia sendiri resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) pada 2 Oktober 2009, yang kemudian ditetapkan pemerintah melalui Keppres No. 33 Tahun 2009 sebagai Hari Batik Nasional.

Gelaran workshop ini mendapatkan apresiasi positif dari ​Salah satu peserta dari PKBM Khalifah Cendekia. Azis Nur Aziz, mengungkapkan rasa senangnya bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

‎
‎Menurutnya, materi yang disajikan oleh panitia memberikan pemahaman mendalam yang sangat bermanfaat. 
‎
​"Saya sangat senang mengikuti workshop ini karena dapat mengetahui sejarah, komponen, serta kearifan lokal yang telah dipersiapkan oleh panitia," ujar Azis Nur Aziz. 
‎
‎Ia juga menyampaikan apresiasi dan harapan bagi penyelenggara acara. "Terima kasih ISNU Sidoarjo, semoga sukses dan jaya selalu," tuturnya. 

‎Kegiatan ini diharapkan tak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan serta menopang perekonomian perajin batik lokal.(Mec)

×
Berita Terbaru Update