Sidoarjo.Terasdelta - Suasana meriah menyelimuti Pembukaan Kubro yang digelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Taman di Ranting NU Tawangsari 1. Sabtu (28/3/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menggabungkan tiga momen penting sekaligus: Halal bi Halal, peringatan Harlah Muslimat NU ke-80, serta peluncuran produk kemandirian ekonomi.
Peluncuran ini merupakan produk komersial kedua yang dikelola secara mandiri oleh PAC Muslimat NU Taman setelah sebelumnya sukses memasarkan produk air mineral.
Ketua PAC Muslimat NU Taman,Hj. Dzurriyah Al-Lum'ah, menyampaikan bahwa unit usaha ini bukan sekadar bisnis, melainkan mesin penggerak kemandirian jemaah dan organisasi. Keuntungan dari penjualan produk-produk ini telah memberikan dampak nyata, salah satunya dalam pembebasan lahan untuk kepentingan umat.
“Alhamdulillah, melalui hasil usaha dan sedekah jariyah para jemaah selama kurang lebih dua tahun ini, kita sudah berhasil menyetorkan dana sebesar Rp1,55 miliar kepada penjual lahan dari total nilai pembebasan lahan yang mencapai Rp3,6 miliar,” ujarnya.
Program pembebasan lahan ini dikelola secara transparan dengan sistem sertifikat per meter persegi senilai Rp7,5 juta, yang ditandatangani langsung oleh tokoh perempuan Sidoarjo, Bunda Ainun Jariyah.
Meski baru diresmikan hari ini, produk "Cupir" ternyata sudah mencuri perhatian pasar. Tercatat dalam waktu hanya 20 hari sebelum launching resmi, produk ini telah terjual sebanyak 1.820 botol.
Tak hanya dari sektor minuman, Muslimat NU Taman juga melaporkan keberhasilan usaha di bidang fesyen. Penjualan "Kerudung Bolak-Balik" yang mereka kelola berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 40 juta hanya dalam kurun waktu satu bulan.
“Ini adalah bentuk tahaddus binni’mah (mensyukuri nikmat), bukan untuk kesombongan. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan kemandirian ekonomi, kita bisa berbuat lebih banyak untuk kemaslahatan Jami'iyah,” pungkasnya.
Selain silaturahmi, acara ini juga menandai peringatan Harlah Muslimat NU yang ke-80. Selaras dengan tema besar kongres tahun lalu, yaitu "Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.
"PAC Muslimat Taman melakukan langkah nyata dengan meluncurkan produk sabun cuci piring buatan sendiri yang diberi nama Safwah "Cupir".
Produk ini diperkenalkan dengan jargon yang cukup unik dan menarik perhatian jamaah: "Cupir: Sekali Usap, Emak Hilang (Lemak Hilang)". Kehadiran produk ini diharapkan mampu memperkuat basis ekonomi organisasi di tingkat anak cabang hingga ranting.
Acara Pembukaan Kubro ini menjadi bukti bahwa Muslimat NU tidak hanya fokus pada kegiatan dakwah dan sosial, tetapi juga mulai serius menjajaki sektor ekonomi kreatif demi kesejahteraan anggota.
Pembukaan kubro,Halal bi Halal, peringatan Harlah Muslimat NU ke-80, serta peluncuran produk kemandirian ekonomi ini dihadiri jajaran Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo,MWCNU Taman,PRNU Tawangsari 1,Pemdes Tawangsari,tokoh masyarakat dan ratusan anggota muslimat SE PAC Taman.( Mec ).
