Sidoarjo.Terasdelta – Memperingati bulan Kartini, semangat literasi di Kabupaten Sidoarjo terus membara. Komunitas Guru Penulis Sidoarjo (KGPS) kerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidoarjo meluncurkan karya terbaru, sebuah antologi puisi berjudul "Perempuan Pencerah Hati" di Aula Kantor Dinas P3AKB Sidoarjo. Sabtu (9/5/2026).
Peluncuran ini juga dikemas dalam bentuk talkshow bertajuk "Kiprah Perempuan di Era Digital" menjadi bukti nyata dedikasi para pendidik dalam melestarikan budaya menulis di tengah gempuran arus informasi digital.
Dalam peluncuram ini,Dua narasumber kompeten dihadirkan untuk membedah peran strategis perempuan saat ini yaitu Heni Kristiani, S.Pd., M.M. (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Kabupaten Sidoarjo), Siti Chomsiyah, S.Pd., M.M. (Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan dan Wakil Ketua Perempuan PGRI Provinsi Jatim) yang dipandu oleh Tri Lukiningtyas, S.Pd. selaku Wakil Ketua KGPS yang bertindak sebagai moderator.
Sekretaris KGPS, Suhartati, yang hadir mewakili Ketua KGPS,menjelaskan bahwa buku ini memiliki makna yang mendalam. Inspirasi dari Semangat Kartini Buku "Perempuan Pencerah Hati" merupakan kumpulan karya tulis berupa puisi dan pantun.
Kontributor buku ini terdiri dari penulis utama yang mayoritas adalah para guru, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna tugas, serta beberapa penulis tamu.
"Isi buku ini menyoroti kiprah perempuan, baik dalam proses pembelajaran maupun di luar lingkungan sekolah. Kami ingin menginspirasi pembaca dengan semangat Kartini yang terus hidup dalam diri perempuan masa kini," ujar Suhartati.
Menurut Suhartati, komunitas ini setidaknya meluncurkan 3 hingga 4 buku antologi setiap tahunnya. Peluncuran karya biasanya dilakukan bertepatan dengan momen-momen penting seperti Hari Libur Nasional,Hari Guru, Hari Kartini dan Hari Jadi Kota Sidoarjo
Suhartati menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk terus memupuk minat baca dan tulis di Sidoarjo, khususnya di kalangan pendidik.
"Harapan kami, literasi di Sidoarjo terus berjalan baik dan meningkat. Kami ingin kompetensi guru, terutama di bidang literasi, semakin terasah melalui wadah KGPS ini," pungkasnya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Sidoarjo,Mustain menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian KGPS. Meski saat ini beranggotakan sekitar 35 orang, komunitas ini tergolong sangat produktif karena telah berhasil melahirkan 15 judul buku.
"Menulis adalah bentuk perjuangan. Ketika para guru yang sehari-hari mencerdaskan bangsa juga menuangkan pikiran dan perasaannya dalam bentuk puisi, ini adalah bukti bahwa semangat Kartini benar-benar hidup di antara kita," ujarnya.
Ia berharap prestasi yang ditorehkan KGPS dapat menjadi motivasi bagi guru-guru lain di Sidoarjo. Mengingat dari total anggota PWI belum semuanya memiliki karya dalam bentuk buku.
"Semoga buku ini menginspirasi lebih banyak guru untuk berani berkarya dan lebih banyak perempuan untuk terus menerangi dunia melalui tulisan," pungkasnya menutup sambutan dengan kutipan legendaris, "Habis Gelap Terbitlah Terang".
Heni Kristiani, S.Pd., M.M. (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penulis perempuan yang tergabung dalam komunitas tersebut. Menurutnya, di era digital ini, perempuan memiliki peluang yang sangat besar untuk berkontribusi melalui tulisan dan karya-karya edukatif.
"Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada para penulis perempuan. Di era digitalisasi ini, semua pihak diharapkan bisa berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan. Harapannya, perempuan Sidoarjo terus berkarya dan berdaya untuk membangun Sidoarjo yang lebih baik," ujarnya.
Melalui semangat Kartini, para guru penulis ini berharap dapat menjadi inspirasi bagi perempuan lain di Sidoarjo untuk tidak ragu melangkah maju dan membuktikan bahwa perempuan mampu beradaptasi serta menjadi penggerak perubahan di era modern.(Mec).
.jpg)