Sidoarjo.Terasdelta - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Bupati Sidoarjo, H. Subandi,S.H.M.Kn,saat menggelar acara buka puasa bersama jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( PCNU ) Sidoarjo. Kamis (19/3/26 ). Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama dan umara demi kemajuan daerah.
Hadir dalam acara tersebut tokoh-tokoh penting NU Sidoarjo, di antaranya KH. Zainal Abidin, jajaran Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo seperti KH. Abdul Azis Munif dan KH. Abdi Manaf Sholeh, serta para Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dari seluruh kecamatan di Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Bendahara Forsil MWCNU H.Usman Balok, menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wujud nyata dari hubungan batin yang kuat antara pemerintah daerah dengan kalangan pesantren dan NU.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul di kediaman Abah Bupati Subandi. Ini adalah momen yang dinanti-nantikan oleh teman-teman MWC untuk bisa duduk bersama, ngopi bareng, dan berdiskusi langsung dengan pemimpin daerah," ujarnya.
Ia juga memuji gaya kepemimpinan Bupati Subandi yang dinilai mampu merangkul semua pihak, meskipun di tengah dinamika politik yang ada.
"Abah Subandi ini tidak pernah punya prasangka macam-macam. Yang sudah ya sudah, sekarang ayo jadi satu, rukun bareng, kerja sama bareng untuk kemajuan Sidoarjo."Imbuhnya.
Ketua PCNU Sidoarjo, KH.Zainal Abidin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi dan misi para pendahulu dalam membangun komunikasi dan kerja sama yang erat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
Dalam keterangannya, Kiai Zainal sering mendapat apresiasi dari Pengurus Cabang (PC) lain sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Hal ini dipandang sebagai motivasi besar bagi seluruh pengurus.
"Kalau sudah bicara terbaik di Jawa Timur, itu artinya terbaik di tingkat nasional, bahkan dunia. Semua ini berkat kerja sama yang bagus, sumbangsih dari Pemkab Sidoarjo, serta kekompakan satu barisan dari seluruh pengurus MWC (Majelis Wakil Cabang) di tingkat kecamatan," ujar Ketua PCNU dalam sambutannya.
Apresiasi khusus disampaikan kepada Bupati Sidoarjo yang dinilai sangat terbuka dalam menjalin komunikasi. Tidak hanya secara personal, Bupati juga kerap memboyong jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk "sowan" ke kantor PCNU guna mendengarkan arahan dan nasihat para kiai.
"Di kabupaten lain, menyambung komunikasi dengan Bupati atau DPRD itu sulitnya setengah mati. Di Sidoarjo, Bupati mengajak seluruh OPD-nya sowan ke PCNU untuk mendengar dawuh para kiai. Insya Allah, ini baru ada di Sidoarjo," ujar Kiai Zainal.
Sementara itu, Wakil Rois Syuriah PCNU Sidoarjo, K.H.Abdul Azis Munif dalam tausiyahnya mengungkapkan rasa syukurnya atas harmoni yang terjalin antara Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Ia mengingat betul mengenai foto-foto kerukunan keduanya yang tersebar di sepanjang jalan protokol.
"Saya senang melihat Bupati rukun dengan Wakilnya, sangat luar biasa. Di jalan-jalan fotonya tampak begitu rukun," ujar Kiai Aziz yang disambut tawa para hadirin.
Kiai Azis juga mengapresiasi dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap perkembangan organisasi keagamaan, khususnya NU. Ia menyebutkan bahwa besaran anggaran hibah yang diberikan Pemkab Sidoarjo kepada NU tergolong luar biasa jika dibandingkan dengan daerah lain secara nasional.
"Kita harus bersyukur kepada Allah, Bupati mau 'sowan' ke kiai, jajarannya juga mau merapat ke kiai. Ini hal luar biasa yang belum tentu terjadi di kabupaten lain, meskipun sama-sama berjuluk Kota Santri," lanjutnya.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Sidoarjo. Diharapkan, tradisi "ngopi bareng" dan diskusi terbuka antara bupati dan para kiai ini dapat terus berlanjut.
"Jika komunikasi antara ulama dan umara terjaga dengan baik seperti ini, insyaallah semua persoalan di Sidoarjo akan bisa terpecahkan dengan solusi yang berkah," pungkasnya.( Mec ).
