Notification

×

Iklan

Iklan

Geliat Ekonomi Lewat Balap Merpati, Bupati Sidoarjo Siapkan Hibah dan Agenda Nasional di 2026.

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T05:24:43Z

‎​

Sidoarjo.Terasdelta – Bupati Sidoarjo, H.Subandi, S,H,M.Kn. menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung komunitas penghobi burung, khususnya balap merpati, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat membuka lomba balap merpati Selekda & Liga jatim Bersatu (LJB) di Area wilayah PPLS Dusun Pologunting Desa Gempolsari Tanggulangin. Jumat (1/5/2026).


‎​Bupati Subandi mengapresiasi animo masyarakat yang begitu besar terhadap kegiatan ini. Menurutnya, hobi balap merpati bukan sekadar hiburan, melainkan ekosistem ekonomi yang melibatkan peternak hingga pelaku UMKM di Sidoarjo.



‎​Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Bupati berencana mengalokasikan bantuan hibah kepada komunitas. Tak tanggung-tanggung, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan agenda balap merpati berskala nasional yang diproyeksikan terealisasi pada tahun 2026.



‎​"Agenda ini penting, baik di tingkat kabupaten maupun nasional. bahwa di tahun 2026 nanti, melalui PAK (Perubahan Anggaran Keuangan), kita akan siapkan kegiatan yang sifatnya nasional," ujar Bupati.


‎​Bupati menekankan bahwa dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sidoarjo yang mencapai Rp5,2 triliun, dukungan sebesar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar untuk kegiatan positif seperti ini sangatlah masuk akal demi kemajuan UMKM dan kesejahteraan peternak lokal.


‎​"Tujuannya agar peternak merpati di Sidoarjo bisa tumbuh dan hobi ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Jika ekonomi bergerak, UMKM jalan, maka nama Sidoarjo juga akan terangkat di kancah nasional," tambahnya.


‎​Selain memberikan dukungan penuh, Bupati juga menitipkan pesan penting terkait ketertiban dan keamanan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mempersulit izin kegiatan hobi selama masyarakat bisa menjaga kondusivitas. ​Namun, ia memberikan catatan keras agar momentum lomba tersebut tidak disalahgunakan untuk praktik perjudian yang dapat memicu konflik.


​"Pesan saya, jangan ada judi. Kalau cuma sekadar lomba untuk hobi, silakan. Kita permudah semua perizinannya. Saya sebagai Bupati ingin masyarakat Sidoarjo guyub, rukun, dan saling menjaga," tegasnya.


‎​Ketua Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Penglok Sidoarjo, H.Sutoyo Handiman,mengungkapkan apresiasinya atas dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Apalgi pihak pemerintah daerah juga berencana mengalokasikan anggaran melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung operasional dan pemberian subsidi hadiah pada perlombaan-perlombaan mendatang.


‎​"Kami sangat berterima kasih karena Bapak Bupati Sidoarjo telah memplotkan tanah PPLS ini untuk menjadi sentra wisata dan budaya. Ini adalah bentuk dukungan luar biasa bagi komunitas merpati balap dan UMKM sekitar," ujarnya.

‎​Ia juga menjelaskan bahwa ​Antusiasme peserta pada gelaran kali ini tergolong sangat tinggi. Berdasarkan data panitia hingga Kamis lalu, tercatat sebanyak 1.500 peserta telah mendaftar.

‎" ​Menariknya, peserta tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur seperti Sumenep dan sekitarnya, tetapi juga merambah hingga ke luar Pulau Jawa mulai Seluruh Jawa Timur (termasuk Madura/Sumenep),bahkan dari Medan, Sumatera Utara.Terangnya.

‎​Kegiatan yang sedang berlangsung ini merupakan bagian dari Selekda (Seleksi Daerah) plus LJB (Liga Jatim Bersatu).​Tujuannya untuk Mencari juara (champion) 1 sampai 6 untuk mewakili daerah berlaga di tingkat Nasional.sedangkan
​Frekuensi LGP sendiri rutin digulirkan setiap satu bulan sekali secara bergantian.

‎​Dengan adanya fasilitas lahan permanen dan dukungan anggaran, diharapkan komunitas merpati balap di Jawa Timur semakin kompak dan mampu melahirkan atlet-atlet merpati yang berprestasi di kancah nasional.( Mec ).

×
Berita Terbaru Update