Notification

×

Iklan

Iklan

Dinamika Geopolitik Global, Kader NU Diminta Perkuat 'Ruhul Jihad' Melalui Nilai Ahlussunnah Wal Jamaah.

Minggu, 26 April 2026 | April 26, 2026 WIB Last Updated 2026-04-26T02:00:49Z


‎​Sidoarjo.Terasdelta – Di tengah dinamika geopolitik global, Nahdlatul Ulama (NU) diingatkan untuk kembali ke akar perjuangannya (Ruhul Jihad) melalui penguatan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. Hal ini dinilai krusial agar NU tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga memiliki daya saing dan kepercayaan tinggi di mata dunia.

‎Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur,Hj. Anik Maslachah, S.Pd., M.Si Menyatakan Menghadapi Tantangan Global
‎​Di tengah ketidakpastian geopolitik dunia dan arus globalisasi, NU diharapkan mampu mengambil peran strategis. Narasumber menyoroti pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menghadapi pergeseran arus ekonomi dunia, termasuk potensi transformasi jalur laut dan udara di Indonesia.

‎​"Kita harus siap secara SDM. Saya sangat mengapresiasi Muslimat yang sudah memiliki TK dan NU yang mengelola madrasah. Pendidikan ini harus terus diperkuat agar memiliki daya saing (competitiveness) yang tinggi," ujar Anik saat menghadiri sosialisasi dewan di kantor MWCNU Sukono. Ahad ( 26/4/2026 ).

‎Fraksi PKB ini juga menegaskan bahwa populasi warga NU yang mencapai sekitar 55% dari total 280 juta penduduk Indonesia merupakan kekuatan yang masif. Namun, angka tersebut harus dibarengi dengan kualitas daya saing (competitiveness) yang mumpuni.

‎​"Kalau 55% ini daya kompetitifnya oke, maka NU bicara apa pun akan dipercaya oleh siapa pun," tegasnya.

‎Ia meminta ​Kembali ke Khittah dan Nilai Strategis yang ​Poin utama ditekankan adalah pentingnya gerakan NU untuk kembali pada penetapan dan penataan nilai-nilai dasar. Kader diingatkan untuk tetap fokus pada pola-pola religiusitas dibandingkan terjebak dalam pola pragmatisme atau sekadar kekuasaan material.

​"Gerakan NU harus kembali kepada Ruhul Jihad kita, yaitu penetapan dan penataan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah," lanjutnya.

‎Anik Maslachah mengapresiasi kemajuan MWCNU Sukodono yang kini masuk dalam Klaster A di Kabupaten Sidoarjo. Indikator keberhasilan ini terlihat dari tertib administrasi serta geliat aktivitas keagamaan yang tak pernah putus.
‎​Dua Poin Utama Penguatan Organisasi
‎​Dalam sambutannya, narasumber menekankan dua poin krusial yang menjadi kekuatan NU di Sukodono mulai
‎​Soliditas Banom dan ​Syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Kader NU ini mengajak para orang tua dan kader untuk tanggap terhadap era geopolitik global saat ini dengan langkah-langkah yang strategis, cerdas, dan taktis. Tujuannya agar NU tetap menjadi organisasi yang berdampak nyata, bukan sekadar angka statistik.

​"Jangan sampai NU hanya menjadi kuantitas yang besar tetapi 'melempem'. Kita harap Allah memberikan ridho dan kemudahan agar NU tetap dipercaya oleh masyarakat Indonesia dan global," pungkasnya.( Mec )

×
Berita Terbaru Update