Notification

×

Iklan

Iklan

Kerap Banjir, Warih Andono Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Desak Normalisasi Saluran Sekunder di Sawotratap, Bangunan Liar Harus Ditertibkan.

Kamis, 16 April 2026 | April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T08:08:06Z


‎​Sidoarjo.Terasdelta – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo,Warih Andono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke wilayah Desa Sawotratap Gedangan guna meninjau kondisi saluran air yang kerap memicu banjir di kawasan perum komplek TNI AL  Harapan baru Rw 8. Kamis (16/4/2026). Dalam tinjauannya, Warih Andono menyoroti pendangkalan parah serta adanya bangunan liar yang berdiri tepat di atas saluran sekunder.


‎​Menurutnya,ada dua masalah utama yang harus segera ditangani untuk mengatasi persoalan banjir di wilayah Sawotratap dan sekitarnya. Pertama adalah masalah sedimentasi atau pendangkalan sungai yang sudah berlangsung lama tanpa adanya pengerukan.


‎​"Air sungai ini sudah dangkal karena tidak pernah disedimen (dikeruk). Jadi, perlu dilakukan sedimentasi segera," ujar Warih.


‎​Warih menegaskan bahwa normalisasi sungai tidak akan maksimal jika bangunan-bangunan tersebut tidak dibongkar. Ia pun meminta Kepala Desa setempat untuk segera melayangkan surat penertiban kepada pemilik bangunan.


‎​"Saya menyarankan Pak Kades untuk membuat surat penertiban. Setelah ditertibkan, baru kita lakukan sedimentasi. Saya janji, kalau tidak ada penertiban, saya tidak akan melakukan sedimentasi. Karena ini fasilitas umum, kalau tidak dibongkar nanti air tidak mengalir dan jadi banjir," tegasnya.


‎​Warih menambahkan bahwa normalisasi harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga ke hilir.


‎​"Mulai dari ujung PP sampai ke Afvoer Gajah Mada. Di Gajah Mada salurannya sudah besar, namun tetap perlu normalisasi di sepanjang jalur tersebut, termasuk di wilayah Sawotratap ini," pungkasnya.


‎​Kepala Desa Sawotratap,Sanuri, mengungkapkan bahwa upaya normalisasi sebenarnya sudah pernah dilakukan secara manual pada awal tahun 2014 silam. Namun, setelah periode tersebut, belum ada tindakan pengerukan atau perbaikan yang signifikan, sehingga kondisi saluran air kini nampak sangat dangkal.


‎​"Tahun 2014 awal kami pernah melakukan normalisasi secara manual. Tapi sampai sekarang belum pernah lagi, makanya terlihat dangkal sekali," ujarnya.


‎​Sanuri juga menyatakan akan segera menindaklanjuti rencana pengerukan. Ia juga menekankan pentingnya dukungan anggaran serta kerja sama dari masyarakat setempat.


‎​"Rencananya nanti kami mengikuti arahan lebih lanjut. Jika anggaran sudah turun, akan segera kita laksanakan seperti sebelumnya," tambahnya.


‎​Selain masalah pendangkalan, tantangan lain dalam normalisasi ini adalah adanya bangunan-bangunan warga yang berada tepat di atas saluran air. Hal ini dinilai dapat menghambat proses pengerjaan teknis di lapangan.


‎​"Kami akan meminta bantuan Pak RW untuk berkomunikasi dengan warga yang memiliki bangunan di atas saluran. Tujuannya agar pelaksanaan normalisasi nanti bisa berjalan lancar tanpa kendala," pungkasnya.


‎​Dengan adanya rencana normalisasi ini, warga berharap masalah banjir menahun yang selalu menghantui saat hujan deras dapat segera teratasi, sehingga aktivitas ekonomi dan kenyamanan warga tidak lagi terganggu.( Mec ).

×
Berita Terbaru Update