Notification

×

Iklan

Iklan

Atasi Masalah Sampah, Pegiat Lingkungan Cemandi Gelar "Ngopi Bareng" Lintas Sektor Fokus Tata Kelola.

Minggu, 31 Mei 2026 | Mei 31, 2026 WIB Last Updated 2026-05-31T00:38:58Z


‎​Sidoarjo.Terasdelta – Berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan dan tata kelola sampah, memicu inisiatif Pegiat Lingkungan desa Cemandi Sedati Sidoarjo menggelar acara diskusi santai bertajuk "Ngopi Bareng". di Halaman masjid Al Barokah Cemandi. Sabtu (30/5/2026). Acara yang memadukan unsur Sosial, budaya dan kebangsaan ini bertujuan untuk mencari solusi konkret langsung dari akar rumput (grassroots).



‎Salah satu Pegiat lingkungan Cemandi, Bambang Aji Sasmita atau yang kerap dipanggil Gus Sahl Asrori menjelaskan bahwa kegiatan ini dibentuk sebagai wadah non-politik yang berfokus pada empat pilar utama yaitu lingkungan, budaya, perekonomian, dan kebangsaan.


‎​"Banyak permasalahan dan kendala yang ada di masyarakat terkait lingkungan. Maka dari itu, kita mengadakan acara 'Ngopi Bareng'. Platform kita adalah lingkungan, budaya, perekonomian, dan kebangsaan, jadi bukan gerakan politik," ujarnya


‎​Fokus utama dalam diskusi kali ini adalah penanganan sampah, baik tata kelola pembuangan sampah rumah tangga maupun kebersihan sungai di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Masalah armada pengangkutan yang sempat mengalami kendala juga menjadi salah satu keluhan yang disampaikan langsung oleh warga dalam forum tersebut.


‎​Pegiat lingkungan sengaja menghadirkan dinas lingkungan hidup dan keberaihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan edukasi serta mendampingi anak-anak muda dan warga desa dalam mengembangkan pola penanganan lingkungan yang lebih maju.


‎​Selain isu lokal, dalam diskusi tersebut juga disebutkan adanya keterlibatan dan perhatian dari pihak internasional, seperti kerja sama penanganan kebersihan sungai yang sempat dijajaki bersama pihak dari Prancis.


‎​Selain dihadiri Pemdes cemandi,Tomas ,Forkopimka Sedati dan para ahli di bidangnya, acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh agama dan motivator nasional, di antaranya KH. Ashabul Kahfi dan KH Misbachul Munir. Kehadiran para tokoh ini diharapkan dapat memberikan motivasi spiritual dan sosial yang lebih tinggi bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan.


‎​Melalui format bincang-bincang santai ditemani kopi, acara ini sukses menjembatani komunikasi yang selama ini dinilai kaku antara pemangku kebijakan dan warga.


‎​"Manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan ini, pertama kita mendekatkan antara pejabat dan rakyat secara langsung, serta antara kiai dan umat. Apapun yang terjadi di lingkungan masyarakat, kita pecahkan bersama dengan hal yang santai demi menciptakan kebahagiaan bersama," pungkasnya.


‎Melalui sebuah kegiatan sosialisasi ini,

‎Tim Sosialisasi dan Pendamping Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) DLHK kabupaten Sidoarjo, Marjati mengimbau masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan tempat pengelolaan sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).


‎​Langkah ini dinilai krusial mengingat dari total sekitar 1.500 rumah yang ada di Desa Cemandi, baru sekitar 400 rumah yang tercatat menggunakan layanan TPS 3R. Sebagian warga yang belum terfasilitasi disinyalir masih membuang sampah secara mandiri, baik di pekarangan rumah yang luas maupun di tempat lain.


‎" Oleh karena itu, perangkat desa didorong untuk mewajibkan warg khususnya yang tidak memiliki lahan luasagar segera mendaftarkan diri ke pengurus TPS 3R." ujarnya.


‎​Fenomena sampah liar ini juga kerap memicu sorotan publik setelah beberapa kali viral di media sosial TikTok. Salah satu kasus yang sempat menghebohkan adalah temuan sampah satu kantong kresek kecil berisi kotoran kucing di kawasan Alun-Alun Sidoarjo yang langsung viral. Hal ini menunjukkan betapa tingginya sensitivitas dan pengawasan digital masyarakat Sidoarjo terhadap isu kebersihan lingkungan saat ini.


‎" ​Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sendiri sebenarnya telah melakukan berbagai upaya intensif. Dari total 350 desa dan kelurahan di Sidoarjo, saat ini sudah berdiri sebanyak 210 TPS 3R, termasuk salah satunya yang berlokasi di pojok Desa Cemandi." ungkapnya.


‎​Sebagai langkah penegakan hukum dan disiplin, DLHK  juga telah mengaktifkan program Ronda Sampah, yang sebelumnya dikenal dengan nama Posan (Polisi Sampah). Petugas Ronda Sampah ini rutin melakukan patroli, termasuk pada malam hari, untuk menangkap tangan para oknum yang nekat membuang sampah sembarangan di jalanan maupun lahan kosong.


‎​DLHK Sidoarjo mengingatkan pentingnya peran serta generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang bersih. Warga yang belum terdaftar di layanan pengelolaan sampah desa diimbau untuk segera melapor dan mendaftarkan diri ke pengurus setempat demi kebaikan bersama.(Mec).

×
Berita Terbaru Update