Sidoarjo.Terasdelta – Masjid Jami’ Al Ishlah Desa Panjunan Sukodono kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar acara khitanan massal yang ke-48. Agenda tahunan yang sudah menjadi tradisi melekat di desa ini diketahui telah konsisten dilaksanakan sejak pertama kali dimulai pada tahun 1978 silam.
Ketua Takmir Masjid Jami’ Al Ishlah Desa Panjunan,M.Masyhuri, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Ia berharap pihak takmir dan panitia pelaksana bisa terus istikamah menjaga tradisi kebaikan ini.
"Mudah-mudahan kami dari panitia dan takmir bisa terus melaksanakan, bisa istikamah, dan senantiasa dibersamai kelancaran oleh Allah SWT di setiap kegiatannya," ujar M. Masyhuri. Ahad (31/5/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, tercatat sebanyak 51 anak berpartisipasi sebagai peserta khitanan massal. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang membatasi kuota maksimal hanya untuk 50 anak.
M. Masyhuri menjelaskan bahwa penambahan kuota ini dilakukan untuk memprioritaskan anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera serta anak yatim yang mendaftar.
"Tahun kemarin kita maksimalkan 50 anak. Namun karena tahun ini ada pendaftar dari warga prasejahtera dan anak yatim, maka harus kita terima dan tidak boleh ditolak," imbuhnya tegas.
Tidak sekadar mendapatkan fasilitas khitan gratis, para peserta khususnya anak-anak yatim juga mendapatkan berbagai macam perlengkapan dan santunan mulai Kopiah,Baju koko,Sarung
dab Sandal. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan tali asih berupa uang santunan yang dihimpun langsung dari pihak panitia serta para donatur yang turut hadir memberikan dukungan pada hari H pelaksanaan.
Menariknya, sebelum prosesi khitan massal ini dilakukan, pihak panitia juga menyelenggarakan kegiatan pra-acara berupa arak-arakan. Seluruh anak-anak peserta khitan yang sudah dinyatakan sehat diajak berkeliling melintasi jalanan di area Desa Panjunan guna memberikan hiburan dan menciptakan suasana yang ceria bagi anak-anak.
Melalui kegiatan yang sarat akan nilai sosial ini, Ahmad Masyhuri berharap dampak positifnya dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat desa, terutama bagi masa depan anak-anak.
"Harapannya ke depan kami bisa terus istikamah karena hal ini sangat baik dan membawa manfaat yang luar biasa untuk desa serta anak-anak," pungkasnya.
Khitan Umum ini dihadiri Forkopimka Sukodono,MWCNU Sukodono, Ranting NU, Banom NU,Pemdes dan tokoh masyarakat.(Mec).
