Ketua PPDI Kabupaten Sidoarjo, Achamad Miftach Kurniawan, S.Sos secara resmi melantik tiga pengurus PPDI Kecamatan Krian, Taman dan Sukodono di Balai Desa Sedenganmijen, Krian, Kamis (9/4/2026).
Terasdelta.com – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Sidoarjo resmi melantik pengurus tingkat kecamatan untuk masa bakti 2026-203, yang dipusatkan di Balai Desa Sedenganmijen, Krian, Kamis (9/4/2026). Pelantikan ini menandai hampir tuntasnya konsolidasi organisasi di tingkat daerah, dengan menyisakan Kecamatan Krian, Taman, dan Sukodono sebagai wilayah terakhir yang dikukuhkan.
Ketua PPDI Kabupaten Sidoarjo, Achamad Miftach Kurniawan, S.Sos, menyampaikan bahwa dari 18 kecamatan di Sidoarjo, 15 di antaranya telah menjalani pelantikan. Ia berharap pengurus baru di tiga kecamatan tersebut dapat mengemban amanah dalam memperjuangkan nasib perangkat desa.
Miftach menyoroti dinamika kesejahteraan perangkat desa di Sidoarjo. Meskipun Penghasilan Tetap (Siltap) di Sidoarjo menempati posisi tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Gresik, ia mengingatkan bahwa biaya hidup di Sidoarjo juga sangat tinggi.
"Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo agar memberikan perhatian lebih, khususnya terkait kesejahteraan PPDI atau perangkat desa se-Kabupaten Sidoarjo, mengingat kebutuhan layak hidup di sini cukup tinggi," tegas Miftach.
Selain soal kesejahteraan, ia juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dan loyalitas. Perangkat desa diminta untuk tetap bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta menjaga keharmonisan dengan pimpinan desa.
"Jangan lupa kita adalah bawahan dari Bapak/Ibu Kepala Desa. Apa yang diperintahkan sesuai tupoksi, mohon dimengerti, dihormati, dan dikerjakan dengan sebaik-baiknya," tambahnya.
Usai dilantik, Ketua PPDI Kecamatan Krian, Gatot Suaidi A., S.T., menyatakan kesiapannya untuk segera tancap gas. Langkah awal yang akan diambil adalah menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) untuk mengakomodir aspirasi perangkat desa di wilayah Krian.
Ketua PPDI Kecamatan Krian, Gatot Suaidi A., S.T., (tengah) saat memberikan keterangan kepada awak media.
"Kami akan mengagendakan program kerja yang sudah ditentukan di tahun sebelumnya agar tetap terealisasi tahun ini. Program yang sudah berjalan seperti pemberian santunan purna tugas dan bakti sosial dalam rangka Harlah PPDI akan terus diperkuat," ujar Gatot.
Gatot juga menekankan pentingnya edukasi bagi pengurus agar menjadi perangkat desa yang cerdas dan berkapasitas tinggi sehingga memahami esensi berorganisasi.
Dukungan atas pelantikan ini juga datang dari pihak pemerintah desa. Kepala Desa Sedenganmijen, Krian, M. Hasanuddin, S.Ag berharap terbentuknya kepengurusan PPDI yang baru dapat menciptakan sinergi yang kuat antara perangkat desa dan kepala desa.
Kepala Desa Sedenganmijen, Krian, M. Hasanuddin, S.Ag.
"Harapan kita harus sinkron. Antara perangkat desa dan kepala desa semuanya harus satu visi dan satu misi. Kami tidak ingin organisasi ini justru membuat hubungan menjadi tidak harmonis," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa meski setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda, kunci utamanya adalah tanggung jawab. "Di Sedenganmijen, kita fleksibel dan tidak terlalu kaku, namun tanggung jawab adalah nomor satu. Minimal, semua tugas diselesaikan dengan baik," pungkasnya. (Sam Arif).



