Sidoarjo.Terasdelta - Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo, Muchammad Rafi Wibisono, menekankan pentingnya perubahan pendekatan pemerintah daerah dalam mengelola sektor investasi. Menurutnya, keberhasilan ekonomi daerah tidak boleh hanya diukur dari angka nilai investasi yang masuk, melainkan dari dampak riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam pernyataan terbarunya, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyoroti perlunya sinkronisasi antara pertumbuhan modal dan ketersediaan lapangan kerja.
"Investasi besar harus sejalan dengan penyerapan tenaga kerja. Jangan sampai angkanya tinggi, tapi pengangguran juga tetap tinggi," tegas Rafi. Senin ( 6/4/2026 ).
Rafi menilai bahwa pemerintah daerah harus mulai menggeser fokus. Tidak cukup lagi hanya mengejar peningkatan nilai investasi secara statistik, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk ke Sidoarjo mampu membuka peluang kerja bagi warga lokal.
Ia berharap adanya kebijakan yang lebih progresif untuk memastikan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Sidoarjo memiliki komitmen kuat dalam memberdayakan sumber daya manusia (SDM) setempat. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi angka di atas kertas, namun benar-benar menjadi solusi atas persoalan pengangguran di wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari Komisi A DPRD Sidoarjo, Rafi berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas. Pendekatan baru ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif di Kabupaten Sidoarjo.( Mec ).
