Public Affair & License Manager PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk, Beny Haryawan, S.T., S.H., MM., saat menyampaikan materi pada acara Sharing Session di Mini Teater Lt.5 GKB 2, Kampus 1 Umsida, Senin (27/4/2026).
Terasdelta.com – PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk mempertegas komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui penguatan sinergi dengan dunia pendidikan. Dalam acara Sharing Session bertajuk "Penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle): Strategi dan Tantangan" yang digelar Pusat Studi Lingkungan dan Smart City (PSLSC) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Senin (27/04/2026), Tjiwi Kimia memaparkan strategi konkret dalam mewujudkan ekosistem ekonomi sirkular.
Public Affair & License Manager PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk, Beny Haryawan, S.T., S.H., MM., menekankan bahwa kolaborasi melalui MoU dan MoA dengan Umsida merupakan langkah strategis untuk menjembatani teori akademik dengan realitas industri. Menurutnya, dunia industri siap menjadi "laboratorium terbuka" bagi mahasiswa dan dosen.
"Ini adalah landasan bagi seluruh sivitas akademika Umsida untuk melihat langsung proses industri kertas secara nyata. Ada peluang besar untuk melakukan penelitian dan praktik kerja, sehingga problematika di dunia industri dapat diselesaikan dengan pendekatan teori yang ada di kampus," ujar Beny.
Dalam presentasinya, Beny merincikan bahwa penerapan program 3R bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis yang didorong oleh lima faktor utama:
1. Kepatuhan Regulasi: Menyesuaikan dengan standar lingkungan pemerintah.
2. Efisiensi Operasional: Mengoptimalkan proses kerja internal.
3. Permintaan Pasar: Menjawab kebutuhan konsumen akan produk berkelanjutan.
4. Inovasi Teknologi: Pemanfaatan teknologi untuk penghematan sumber daya.
5. Citra Positif: Memperkuat reputasi sebagai "Perusahaan Hijau".
Sebagai pilar utama ekonomi sirkular, Tjiwi Kimia menjalankan langkah nyata yang mencakup:
Reduce: Pengurangan konsumsi material dan limbah sejak awal produksi untuk menekan biaya serta risiko pencemaran.
Reuse: Pemanfaatan kembali komponen layak pakai guna mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru.
Recycle: Pengolahan limbah menjadi bahan baku baru atau produk bernilai tambah.
Langkah Tjiwi Kimia ini mendapat apresiasi dari Plt. Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, S.STP., M.HP., yang menyatakan bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kolektif seluruh stakeholder.
"DLHK menyambut baik langkah yang dilakukan UMSIDA karena peduli terhadap lingkungan. Kami akan bersinergi dengan akademi, maupun institusi. Tetap jaga lingkungan agar tetap lestari, karena bukan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan semua stackholder saling membantu," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Umsida, Prof. Dr. Sigit Hermawan, M.Si., menyebutkan bahwa kehadiran Tjiwi Kimia sebagai representasi sektor industri melengkapi ekosistem pengelolaan lingkungan di Umsida.
"Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan pengelolaan sampah yang inovatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas," pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, Tjiwi Kimia tidak hanya berperan sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai mitra strategis pendidikan dalam mencetak generasi yang peduli pada keberlangsungan ekosistem global. (Sam Arif).


