Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Jadi Sarang Maksiat, Gus Hakim Desak Pemkab Sidoarjo Tindak Tegas Hiburan Malam di Jabon.

Rabu, 06 Mei 2026 | Mei 06, 2026 WIB Last Updated 2026-05-06T06:13:23Z


 

‎Sidoarjo.Terasdelta - Keberadaan tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Jabon kini berada di ujung tanduk. Keresahan masyarakat yang sudah lama terpendam akhirnya meledak, memicu desakan kuat agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas.
‎Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hikmatul Huda Kedungcangkring, H. M. Sirojul Chakim, secara terang-terangan meminta aparat berwenang untuk melakukan penertiban, bahkan penutupan permanen, terhadap lokasi yang diduga kuat menjadi pusat kegiatan negatif.

‎Tokoh masyarakat yang akrab disapa Gus Hakim ini mengungkapkan bahwa dampak sosial yang ditimbulkan sudah sangat merusak. Ia menyoroti adanya dugaan transaksi minuman keras (miras) hingga praktik prostitusi yang terselubung di balik kedok tempat hiburan.

"Kami tidak melarang orang mencari rezeki, tapi jangan sampai merusak lingkungan. Jabon ini identik dengan pesantren, sangat kontras dan mencoreng nama baik wilayah kita jika hal-hal seperti ini dibiarkan," tegas Gus Hakim saat ditemui di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (06/05/2026).

‎Sebagai sosok yang juga pernah menjabat sebagai Ketua PAC GP Ansor Jabon (2015-2025), ia menekankan bahwa gerakan ini murni didasari oleh kekhawatiran terhadap moral generasi muda, bukan karena faktor persaingan ekonomi.

‎Meski warga mengklaim telah berulang kali melakukan diskusi dengan pihak terkait, hingga kini belum ada perubahan signifikan yang terlihat di lapangan. Kondisi ini membuat warga merasa aspirasi mereka selama ini hanya berakhir di atas meja perundingan tanpa eksekusi. Warga Jabon kini menuntut langkah konkret, di antaranya:

*Pengawasan Ketat: Patroli rutin secara berkala di titik-titik rawan.
‎ *Aturan Mengikat: Pemasangan spanduk peringatan resmi dan sanksi administratif yang tegas bagi pelanggar.
‎ *Penertiban Total:Membersihkan wilayah Jabon dari aktivitas yang menjurus pada kemaksiatan.

‎"Minimal ada langkah nyata dari pemerintah. Kami ingin semuanya ditertibkan agar ke depan tidak semakin liar. Silakan cari uang, tapi dengan cara yang santun dan tidak menjerumuskan ke hal-hal negatif," tambah Gus Hakim.

‎Hingga saat ini, masyarakat Jabon masih menunggu respon cepat dari Satpol PP maupun Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menindaklanjuti laporan tersebut demi menjaga kondusivitas dan kenyamanan lingkungan.(Mec).

×
Berita Terbaru Update