Notification

×

Iklan

Iklan

Kental dengan Nuansa Aswaja An-Nahdliyah, Prosesi Pelepasan Siswa MINU KH Mukmin Sidoarjo Tuai Apresiasi Wali Murid

Minggu, 07 Juni 2026 | Juni 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T03:37:25Z

Terasdelta.com — Prosesi pelepasan siswa-siswi kelas VI MINU KH Mukmin Sidoarjo yang digelar dengan nuansa religius yang kental menuai apresiasi mendalam dari para wali murid. Acara yang dikemas secara khusus ini dinilai berhasil merefleksikan visi dan misi utama madrasah dalam mencetak generasi islami yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah sejak dini.

​Apresiasi tersebut salah satunya datang dari Faris Yunanto, S.PdI, selaku wali murid dari Achmad Muzakki Mubarok, siswa Kelas IV Abu Bakar di MINU KH Mukmin Sidoarjo.


Menghadiri langsung jalannya acara sejak pagi hari, ia mengaku sangat terkesan dengan rangkaian prosesi yang tidak sekadar menjadi seremonial perpisahan, melainkan juga wadah syiar yang mendidik.

​Menurut Faris, kekhasan acara sudah terasa sejak dimulainya pembukaan. Sebelum memasuki agenda inti pelepasan, seluruh hadirin disuguhkan dengan lantunan pembacaan tilawah Al-Qur'an yang khidmat, disusul dengan pembacaan bersama nadhom Aqidatul Awam secara serempak oleh seluruh siswa-siswi lulusan kelas VI MINU KH Mukmin Sidoarjo.


​"Menurut saya sebagai salah satu wali siswa di MINU KH. Mukmin Sidoarjo, ini merupakan prosesi pelepasan siswa-siswi yang menurut saya sangat amat baik. Kalau saya secara pribadi baru kali ini menjumpai prosesi pelepasan siswa-siswi yang dikemas sesuai dengan misi dan visinya MINU KH. Mukmin, mencetak generasi yang islami ber-Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah," ungkap Faris kepada terasdelta.com, Ahad (7/6/2026). 

​Lebih lanjut, Faris menjelaskan bahwa apa yang ditampilkan oleh para siswa dalam prosesi kelulusan ini merupakan buah manis dari pembiasaan (istiqomah) ibadah harian yang diterapkan di madrasah. Hal tersebut sejalan dengan pemaparan dari Ibu Kepala Madrasah yang menegaskan komitmen sekolah dalam menjaga tradisi spiritual pesantren di lingkungan institusi formal, mulai dari pembiasaan salat berjamaah, salat dhuha, hingga pembacaan istighosah, tahlil, serta hafalan nadhom keagamaan.

​Kentalnya implementasi nilai-nilai keagamaan ini membuat Faris meyakini bahwa MINU KH Mukmin Sidoarjo adalah mitra terbaik dan pilihan paling tepat bagi para orang tua dalam menitipkan pendidikan putra-putrinya. Dampak positif dari pendidikan karakter tersebut telah ia rasakan langsung pada perkembangan kepribadian anak kandungnya sendiri.

​Sebagai bagian dari kader Nahdlatul Ulama (NU), Faris menaruh harapan besar agar dasar-dasar keislaman yang kokoh ini dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan.

​"Harapan kami sebagai kader NU tentunya mudah-mudahan dengan basic dan dasar pendidikan yang baik, kemudian ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah yang begitu kental di MINU KH. Mukmin, ke depan anak-anak kami bisa meneruskan perjuangan di Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah," pungkasnya optimis. (Sam Arif).
×
Berita Terbaru Update