Notification

×

Iklan

Iklan

Kiai Nurcholis: Kunci Keberkahan Ilmu adalah Khidmah dan Hormat kepada Guru

Minggu, 07 Juni 2026 | Juni 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T07:52:29Z

Terasdelta.com – Menuntut ilmu bagi seorang santri bukan sekadar mengejar pemahaman intelektual, melainkan memburu keberkahan. Hal tersebut ditegaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo, KH. Nurcholis Misbah saat memberikan wejangan spiritual dalam acara pelepasan siswa kelas VI MINU KH Mukmin, Ahad (7/6/2026). 

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa meski mencari ilmu memiliki tantangan tersendiri, memperoleh keberkahan ilmu jauh lebih sulit jika tidak dibarengi dengan adab yang benar.

"Mencari ilmu itu memang sulit. Tetapi jauh lebih mudah untuk mendapatkan ilmu ketimbang mendapatkan keberkahan ilmu. Berkah itu harus diraih dengan khidmah, pengabdian, dan penghormatan yang tulus kepada guru," jelasnya.

Beliau menjelaskan bahwa profesi guru merupakan profesi yang sangat istimewa di mata Tuhan dan para nabi, karena mengemban tugas sebagai mualim, pihak yang membuat anak-anak menjadi tahu. Sedemikian mulianya tugas ini, hingga Allah SWT, para malaikat, bahkan seluruh makhluk di lautan mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada sesama.

Mengutip kitab Ta'limul Muta'allim, beliau menceritakan kisah teladan Khalifah Harun Al-Rasyid yang memondok anaknya. Ketika sang Khalifah melihat anaknya menuangkan air wudu untuk sang guru, beliau justru menegur sang guru karena menilai adab anaknya belum sempurna. Harun Al-Rasyid ingin anaknya tidak hanya menuangkan air dengan tangan kanan, tetapi juga menggunakan tangan kirinya untuk menggosok kaki sang guru demi meraih berkah adab.

Beliau juga menceritakan kisah seorang syekh besar yang mendadak berdiri di tengah majelisnya yang penuh tokoh dan ulama, hanya karena melihat anak gurunya sedang bermain di dekat sana. Penghormatan tinggi kepada nasab atau keluarga guru tersebut dilakukan demi menjaga kesucian dan keberkahan ilmu.

Sebagai refleksi, Pengasuh Ponpes Al-Amanah tersebut membagikan pengalamannya sendiri dalam memuliakan anak-anak dari gurunya. Meskipun dari segi usia beliau lebih tua, beliau selalu memposisikan diri dengan penuh takzim dan siap melayani jika anak-anak gurunya membutuhkan sesuatu.

Hal yang sama beliau lakukan ketika menyambut kiai lain, seperti Kiai Ali Masykur, dengan menyiapkan segala fasilitas akomodasi terbaik saat berkunjung ke Sidoarjo.

"Saya sadar akan kekurangan ilmu dan ibadah saya. Maka, ketemu kiai mana pun, saya berusaha untuk memuliakannya. Mengapa? Karena saya ingin berkah," ungkapnya. 

Menutup ceramahnya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada para wisudawan MINU KH Mukmin yang dinilainya memiliki kecerdasan, ketampanan, dan kecantikan yang memancarkan optimisme. Beliau mendoakan agar motivasi dan semangat belajar anak-anak tersebut terus tumbuh pasca kelulusan.

"Semoga doa seluruh yang hadir dikabulkan, dan kita bisa menyaksikan sekian tahun yang akan datang anak-anak yang hari ini diwisuda akan menjadi bintang-bintang yang bersinar di langit sana," pungkasnya yang kemudian ditutup dengan bacaan surat Al-Fatihah. (Sam Arif) .
×
Berita Terbaru Update