Notification

×

Iklan

Iklan

Pengasuh Ponpes Al-Amanah Junwangi: Menjaga Amanah Anak adalah Jalan Menuju Ridha Allah

Minggu, 07 Juni 2026 | Juni 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T07:43:04Z

Terasdelta.com – Menikah dan membesarkan anak bukan sekadar siklus hidup biologis, melainkan sebuah instrumen spiritual (promosi dari Allah SWT) untuk membentuk karakter mulia yang mendatangkan ridha-Nya. Pesan mendalam ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo, KH. Nurcholis Misbah saat memberikan mauidhoh hasanah dalam sebuah acara pelepasan siswa-siswi kelas VI MINU KH Mukmin, di Fave Hotel, Ahad (7/6/2026). 

Dalam ceramahnya yang berlangsung khidmat, Kiai Nurcholis menekankan bahwa Allah SWT selalu memberikan ruang, kesempatan, dan jalan (thariqah) bagi manusia agar kehidupan yang hanya sekali ini bisa bernilai istimewa di mata-Nya, salah satunya melalui gerbang pernikahan.

"Nikah itu promosi dari Allah. Ketika seseorang sudah menikah, karakter-karakter yang menyebabkan Allah ridha dan cinta kepada seseorang itu menjadi terwujud. Salah satunya adalah sifat kedermawanan yang tumbuh karena tanggung jawab dan cinta kepada keluarga," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah beberapa tahun menikah, pasangan suami-istri biasanya akan dipercaya untuk mengemban amanah besar berupa anak. Beliau mengingatkan bahwa anak adalah titipan langsung dari Allah yang disertai dengan rasa percaya dari Sang Pencipta kepada orang tua.

Beliau memberikan analogi menyentuh tentang perjuangan seorang ibu yang terjaga sejak pukul tiga pagi, demi mendidik anaknya beribadah subuh berjamaah bersama sang suami. Meski tindakan tersebut sunyi dari tepuk tangan tetangga maupun apresiasi formal dari kelurahan, sikap konsisten dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak itulah yang mengetuk pintu langit.

"Banyak kekasih dan wali-wali Allah di sekitar kita yang tidak kita ketahui. Mengapa derajat mereka diangkat? Karena mereka amanah dalam menjaga dan mendidik anak-anak mereka," tambahnya.

Orang-orang yang dicintai Allah karena berhasil menjaga amanah ini, lanjutnya, akan diberikan keistimewaan luar biasa. Allah akan menjadi 'mata', 'telinga', 'lisan', 'tangan', dan 'kaki' mereka. Seluruh suara di alam semesta yang mereka dengar akan terfilter menjadi pesan spiritual dari Tuhan, bahkan dari hal-hal sederhana seperti kicauan burung.

Di akhir ceramahnya, pengasuh Ponpes Al-Amanah Junwangi tersebut turut memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para orang tua, yang telah mengambil keputusan tepat untuk menyekolahkan putra-putri mereka ke lembaga pendidikan Islam.

Secara khusus, ia memuji kecerdasan dan aura positif para siswa di MINU KH Mukmin Sidoarjo . "Saya melihat anak-anak di MINU KH Mukmin ini cerdas-cerdas dan wajahnya bersih-bersih, sangat mengagumkan," pujinya.

Melalui momentum ini, ia mengajak seluruh wali murid untuk memantapkan niat bahwa mengasuh, mendidik, dan menyekolahkan anak adalah bentuk pengabdian tertinggi (lillahi ta'ala) demi menjaga amanah suci dari Allah SWT. (Sam Arif).
×
Berita Terbaru Update