Sidoarjo.Terasdelta — Kabupaten Sidoarjo berhasil mengukuhkan diri sebagai daerah yang layak menyandang status Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar. Capaian ini diraih setelah Tim Verifikasi Lapangan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merampungkan penilaian di 12 desa/kelurahan yang tersebar di enam kecamatan.
Dengan pencapaian ini, Sidoarjo kini tercatat sebagai kabupaten kelima dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berhasil memenuhi seluruh indikator STBM 5 Pilar.
Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kemenkes RI, drg. Sulvy Dwi Anggraini, mengungkapkan bahwa kunci utama dari pencapaian ini terletak pada tingginya kesadaran warga dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Menurutnya, masalah sanitasi di Sidoarjo tidak lagi sekadar urusan pemerintah, melainkan sudah menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat.
"Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar. Komitmen ini dibangun dari kesadaran kolektif dengan kolaborasi lintas sektor yang luar biasa," kata Sulvy dalam pemaparannya di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan oleh Kemenkes, berikut adalah data capaian lima indikator STBM di Kabupaten Sidoarjo:

Merespons capaian tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa budaya hidup bersih harus dijaga secara berkelanjutan, terlebih Sidoarjo merupakan daerah urban dengan tingkat kepadatan penduduk yang terbilang tinggi.
Subandi mengingatkan para camat, kepala desa, hingga jajaran puskesmas agar tidak cepat berpuas diri.
"Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. STBM harus menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan. Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Jangan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi bagaimana kolaborasi ini terus dijaga agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," tegas Subandi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap pembudayaan STBM 5 Pilar ini secara konsisten dapat menekan angka penyakit berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup seluruh keluarga di Sidoarjo.(Mec).
