Sidoarjo.Terasdelta — Bupati Sidoarjo Subandi mengimbau seluruh kepala sekolah untuk bersikap tegas dan tidak terintervensi oleh pihak mana pun dalam mengelola anggaran maupun proyek sarana-prasarana sekolah. Penegasan tersebut disampaikan Subandi usai mengukuhkan 254 pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (12/8/2026).
Langkah tegas ini diambil untuk mengantisipasi maraknya oknum yang sering mendatangi pihak sekolah guna memaksakan kehendak atas pelaksanaan proyek rehabilitasi fasilitas pendidikan yang dijalankan secara swakelola.
"Jangan mau disetir oleh siapa pun atau pihak lain, tidak usah. Karena ini swakelola, tanggung jawab ada di tangan panjenengan (kepala sekolah). Kalau nanti hasilnya tidak bagus, kepala sekolah yang harus bertanggung jawab," kata Subandi.
Ia menekankan bahwa para kepala sekolah, khususnya yang baru memegang jabatan baru, harus berani mengambil keputusan selama berpatokan pada regulasi yang berlaku.
Guna meminimalisasi potensi pelanggaran dan penyalahgunaan anggaran, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan skema pendampingan dari Inspektorat Daerah. Fasilitas ini diperuntukkan bagi para kepala sekolah yang masih belum memahami mekanisme teknis maupun administrasi pelaksanaan proyek.
"Kalau masih ada kurang pemahaman, silakan minta pendampingan ke Inspektorat. Biar teman-teman kepala sekolah bisa menjalankan program perbaikan sekolah dengan baik dan selesai tanpa ada masalah dengan Aparat Penegak Hukum (APH)," ujarnya.
Adapun pengukuhan 254 pejabat Dispendikbud Sidoarjo kali ini mencakup rotasi, mutasi, dan promosi bagi para kepala sekolah serta tenaga pendidik tingkat SD Negeri dan SMP Negeri.
Rinciannya terdiri atas promosi Kepala SD Negeri sebanyak 90 orang, promosi Kepala SMP Negeri 12 orang, mutasi Kepala SMP Negeri 15 orang, serta ratusan mutasi Kepala SD Negeri.
Seluruh proses seleksi dan pengisian jabatan telah diintegrasikan melalui aplikasi KSPS-TK milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) hingga diterbitkannya Pertimbangan Teknis (Pertek).
Di akhir arahannya, Subandi meminta seluruh jajaran pendidik yang baru dilantik untuk terus menjaga integritas, meningkatkan mutu pendidikan, dan melahirkan berbagai inovasi pembelajaran di Kabupaten Sidoarjo.(Mec).
