Sidoarjo.Terasdelta — Momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi pijakan penting bagi penguatan ekonomi berbasis syariah di Jawa Timur. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo resmi meluncurkan Kantor Layanan Baitul Maal wa Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Krembung pada Senin (17/8/2026).
Peluncuran lembaga keuangan syariah ini ditandai dengan pemotongan pita oleh jajaran PCNU Sidoarjo, BMTNU Cabang Sidoarjo, serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Krembung, serta disaksikan oleh banom, takmir masjid, dan pengurus lembaga pendidikan setempat.
Ketua Tim Perintis BMTNU Krembung, Iwan Sugiarto, menyatakan bahwa pemilihan tanggal 17 Agustus dilakukan secara sengaja untuk mengadopsi semangat kemerdekaan dalam pengelolaan ekonomi warga.
"Kami berharap semangat kemerdekaan ini membawa BMT NU Krembung berkembang maksimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," ujar Iwan.
Meski baru diresmikan, partisipasi warga dinilai cukup tinggi. Sebelum peluncuran, BMTNU Krembung telah mengantongi aset awal sebesar Rp170 juta, ditambah setoran masuk saat peresmian sebesar Rp49 juta, sehingga total aset awal diperkirakan mencapai Rp200 juta lebih.
Pihak pengelola membidik target aset hingga Rp1 miliar pada akhir tahun 2026 melalui sejumlah langkah strategis:
· Konsolidasi Nahdliyin: Mengajak pengurus dan warga NU mempercayakan transaksi finansial di BMTNU.
· Kemitraan Pendidikan: Menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma'arif NU Krembung.
· Optimalisasi Masjid: Memobilisasi peran takmir masjid sebagai basis penguatan ekonomi jemaah.
Ketua MWCNU Krembung, H. Moh. Suyanto, menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga agar kemandirian ekonomi organisasi dapat tercapai secara berkelanjutan. Ia mengapresiasi proses pembentukan kantor layanan yang relatif cepat, yakni sekitar satu bulan.
Kehadiran kantor layanan di Krembung memperluas jaringan operasional BMTNU di wilayah Sidoarjo.
Ketua BMTNU Cabang Sidoarjo, H. Isa Hasanudin, mengungkapkan bahwa Krembung menjadi kantor layanan ke-5 setelah Porong, Sidoarjo Kota, Wonoayu, dan Sukodono.
Saat ini, akumulasi aset yang dikelola BMTNU Cabang Sidoarjo bersama lima kantor layanannya telah mencapai kisaran Rp17 miliar hingga Rp18 miliar. Sebagai langkah ekspansi berikutnya, BMTNU merencanakan pembukaan kantor layanan baru di Kecamatan Candi dan Waru.(Mec).
