Pasuruan.Terasdelta — Universitas Arrahma Mandiri Indonesia (UNARMA) Gempol, Pasuruan, menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan inklusif yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun asal daerah. Meski berdiri di atas pondasi nilai-nilai pesantren dan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, kampus ini menyambut mahasiswa non-Muslim hingga mahasiswa internasional.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027. Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan lingkungan akademik, tetapi juga membina karakter serta memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara bagi para mahasiswa baru.
Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Yayasan Arrahma Mandiri Indonesia, KH. M. Nurul Huda, S.IP., M.M., Rektor UNARMA H. M. Arwani, S.HI., M.M., jajaran Wakil Rektor, para Dekan Fakultas, Ketua Program Studi (Kaprodi), hingga jajaran dosen dan civitas akademika. Pembukaan dilakukan secara simbolis melalui pelepasan balon serta penyematan topi dan ID card peserta oleh jrektorat dan yayasan.
Rektor UNARMA, H. M. Arwani, menjelaskan bahwa PKKMB menjadi fondasi penting bagi mahasiswa dalam mengawali perjalanan akademik mereka di perguruan tinggi.
"PKKMB ini adalah pengenalan untuk mahasiswa baru dalam rangka pertama mengetahui seluk-beluk kampus. Kedua, memberikan pengajaran tentang bela negara dan wawasan kebangsaan. Ketiga, memberikan wawasan bagaimana menjadi mahasiswa yang sukses dan yakin bahwa pilihan yang dipilih adalah yang terbaik," ujar Arwani.
Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, sekitar 200 mahasiswa mengikuti rangkaian PKKMB yang dilaksanakan secara hibrid kombinasi daring (online) dan tatap muka. Komposisi mahasiswa baru tahun ini menunjukkan keragaman geografis yang cukup luas, mulai dari pelosok Nusantara hingga luar negeri.
"Alhamdulillah, mahasiswa kami terdiri dari berbagai suku bangsa. Ada dari Papua, NTT, Jawa Tengah, Jawa Barat, Maluku, bahkan ada yang berasal dari Timor Leste," ungkap Rektor.
Keberagaman tersebut memperkuat komitmen UNARMA untuk menjaga keterbukaan. Menurut Arwani, latar belakang pesantren dan keterikatan dengan tradisi Nahdlatul Ulama justru menjadi dorongan utama untuk menerapkan nilai keagamaan yang membawa kebaikan bagi semua pihak.
"Kami menganut prinsip bahwa kita harus menjadi Rahmatan lil 'Alamin buat semuanya. Nahdlatul Ulama adalah benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.
Pengembangan Program Studi dan Visi Akademik
Saat ini, Universitas Arrahma Mandiri Indonesia menaungi 9 program studi yang terbagi dalam rumpun ilmu kesehatan serta bidang teknologi dan manajemen. Rumpun kesehatan meliputi S1 Administrasi Rumah Sakit, D4 Rekam Medis, D3 Kebidanan, D3 Keperawatan, dan D3 Fisioterapi.
Sementara itu, untuk menjawab tantangan perkembangan zaman, UNARMA juga membuka program studi baru meliputi S1 Sistem Informasi, S1 Manajemen, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan S1 Teknik Informatika.
Sejalan dengan visi kampus yaitu Unggul, Kompetitif, dan Berakhlak, pihak rektorat berharap para mahasiswa baru dapat mengoptimalkan masa studi mereka untuk mengembangkan kapasitas intelektual sekaligus karakter diri.
"Harapan kami untuk mahasiswa baru adalah memiliki integritas, akhlak, dan loyalitas. Kedua, dapat menimba ilmu hingga kompetensinya tercapai. Serta ketiga, mampu membangun koneksi yang luas sehingga dapat mengamalkan ilmunya di seluruh kawasan Indonesia," pungkas Arwani.(Mec)
› Budaya
› Budaya.
› Internasional
› Internasional.
› Pendidikan
› Pendidikan.
› Religi.
Berbasis Pesantren, UNARMA Pasuruan Tegaskan Terbuka Bagi Mahasiswa Non-Muslim Hingga Mahasiswa Internasional.
Berbasis Pesantren, UNARMA Pasuruan Tegaskan Terbuka Bagi Mahasiswa Non-Muslim Hingga Mahasiswa Internasional.
teras delta
Jumat, 18 September 2026 | September 18, 2026 WIB
Last Updated
2026-09-18T03:09:21Z
