Sidoarjo.Terasdelta — Sebanyak 665 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) resmi menyelesaikan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027 di Masjid Muhammad Hasyim Asy'ari Kampus II Unusida, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026).
Penutupan kegiatan orientasi dua hari tersebut ditandai dengan pelepasan tanda peserta, penyematan jas almamater, serta penyerahan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) secara simbolis oleh Plt. Rektor Unusida Hadi Ismanto bersama Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo Ainun Jariyah.
Dalam arahannya, Ainun Jariyah menyoroti tantangan adaptasi sosial yang dihadapi mahasiswa baru, terutama mereka yang berasal dari luar daerah hingga luar negeri. Menurutnya, fase transisi menuju perguruan tinggi menuntut kemandirian penuh serta ketahanan mental dalam memilih lingkungan pergaulan.
"Mahasiswa wawasannya harus luas. Tidak hanya menampung ilmu dari dosen, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan skill lain. Apalagi sekarang zamannya IT, harus bisa mengikuti perkembangan zaman serta pandai memilih dan memilah informasi," kata Ainun.
Ia menambahkan, benteng diri dan pemahaman untuk menjauhi perilaku berisiko seperti penyalahgunaan narkoba menjadi kunci utama agar proses studi berjalan optimal hingga selesai.
"Orang tua mendukung dari sisi pembiayaan dan dorongan kuliah. Namun, kembali lagi ke mahasiswa sendiri. Mereka harus mampu membentengi diri dan berani menjauhi pergaulan yang merugikan," ujarnya.
Sementara itu, Plt. Rektor Unusida Hadi Ismanto menegaskan pihak kampus terus memperkuat sistem pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) guna melahirkan lulusan yang adaptif dengan kebutuhan industri.
Sistem pembelajaran tersebut diselaraskan dengan standar nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendorong mahasiswa menyelesaikan masa studi tepat waktu dalam kurun delapan semester.
"Pembentukan kualitas ini dirancang secara sistematis (by design). Pertama, melalui kurikulum berbasis OBE yang divalidasi dan mengacu pada standar perguruan tinggi bereputasi. Kedua, melalui penguatan program kokurikuler untuk mendukung profil lulusan berkualitas," tutur Hadi.
Rangkaian PKKMB Unusida ditutup dengan malam inaugurasi di area terbuka kampus usai pelaksanaan pembekalan kognitif, literasi digital, dan pengenalan organisasi kemahasiswaan. Acara penutup tersebut menjadi ajang panggung ekspresi seni dan kreativitas bagi para mahasiswa baru.(Mec).
