Notification

×

Iklan

Iklan

Unusida Makin Dilirik Mahasiswa Asing, Penguatan Nilai Ke-NU-an Jadi Magnet Utama.

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T05:04:07Z


‎Sidoarjo.Terasdelata — Kehangatan budaya serta citra Indonesia sebagai negara berpopulasi Muslim terbesar di dunia kembali memikat minat pelajar internasional. Kali ini, Isa Salihu (25), seorang pemuda asal Nigeria, memutuskan untuk melintasi benua demi menempuh pendidikan tinggi di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Jawa Timur.

‎Isa resmi bergabung dengan 665 mahasiswa baru lainnya dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027 yang digelar di Masjid Muhammad Hasyim Asy'ari Kampus II Unusida, Sidoarjo, Selasa (8/9/2026).

‎Keputusannya merantau ke Indonesia bukan tanpa alasan. Melalui riset mandiri sebelum keberangkatan, Isa menilai Indonesia memiliki lingkungan belajar yang kondusif, terutama dalam pendalaman ilmu berbasis nilai keislaman yang ramah, moderat, dan inklusif.

‎"Alhamdulillah, berdasarkan riset saya, Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Hal itu membuat saya sangat tertarik untuk melanjutkan pendidikan di sini," ujar Isa di sela-sela kegiatan PKKMB.

‎Meski sempat terkendala bahasa saat awal kedatangan, Isa bergerak cepat untuk beradaptasi. Saat ini, ia mulai mahir menggunakan pelbagai kosakata bahasa Indonesia untuk interaksi harian, mulai dari menyapa warga hingga bertransaksi.

‎Tak hanya itu, Isa juga mengaku sangat menggemari kuliner khas lokal seperti ayam goreng, bakso, hingga jajanan populer seblak.

‎Plt Rektor Unusida, Dr. Hadi Ismanto, mengungkapkan bahwa pelaksanaan PKKMB tidak sekadar menjadi ajang orientasi formal. Kegiatan ini dirancang sebagai pembekalan karakter serta penanaman keunggulan spesifik perguruan tinggi.

‎Menurut Hadi, Unusida berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang matang sebelum resmi menyandang gelar sarjana.

‎"Kami ingin menyiapkan mahasiswa agar mandiri. Di antaranya melalui penguatan program wirausaha, sehingga sebelum lulus pun mereka sudah memiliki kemandirian dan mampu berkolaborasi," jelas Hadi.

‎Terkait kehadiran mahasiswa asing, Hadi mengonfirmasi adanya tren peningkatan minat dari berbagai penjuru dunia, mulai dari kawasan Asia Timur, Eropa Timur, hingga Afrika. Seluruh proses penerimaan mahasiswa internasional dipastikan berjalan ketat sesuai prosedur imigrasi dan perizinan resmi.

‎Ia menambahkan, reputasi Nahdlatul Ulama serta penguatan nilai-nilai Al-Islam ke-NU-an menjadi daya tarik utama Unusida, di samping keunggulan pada program studi ekonomi, teknik, dan pendidikan.

‎Publisitas Adaptif dan Strategi Global
‎Pada kesempatan yang sama, Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Zainal Abidin, menilai pertumbuhan signifikan Unusida dari tahun ke tahun merupakan buah dari strategi publisitas yang adaptif. Penggunaan media sosial secara optimal serta ekspos berkelanjutan atas capaian akademis dosen dan mahasiswa menjadi kunci utama mengenalkan kampus ke ranah internasional.

‎Di tengah persaingan perguruan tinggi yang kian ketat, Kiai Zainal menegaskan komitmen jajaran pengelola untuk memaksimalkan basis masyarakat Nahdliyin sembari terus melakukan pembenahan kualitas secara berkelanjutan.

‎"Kami sebagai pengelola dan owner dari Unusida berikhtiar sekuat tenaga memaksimalkan garis basis masyarakat NU. Namun kami tidak akan berhenti berinovasi, sehingga posisi Unusida tetap diperhitungkan dan menjadi pilihan utama para orang tua," tegas Kiai Zainal.

‎Agenda orientasi kampus tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB Hj. Anik Maslachah, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Ridho Prasetyo mewakili Bupati Sidoarjo, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra. Hj. Ainun Jariyah, serta jajaran Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP) dan civitas akademika Unusida.(Mec).

×
Berita Terbaru Update