Sidoarjo.Terasdelta — Dalam upaya memperluas wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi para siswa, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Sedati Sidoarjo menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.Rabu (23/9/2026). Kerja sama ini diwujudkan melalui program pelatihan dan praktik robotika yang melibatkan puluhan siswa.
Kegiatan mengusung topik "Electric Toy Car Berbasis IoT sebagai Media Pembelajaran Interaktif ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Huda, Drs. KH. Misbahuddin, M.M.
dan Kepala Mts Nurul Huda ,Anis Budiman, S.H.I., M.Pd. Selain itu, hadir pula jajaran akademisi dan pimpinan dari ITS, di antaranya Prof. Ir. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Ahmad Mauludiyanto, M.T., Prof. Dr. Ir. Titiek Suryani, M.T., serta Dr. Ir. Puji Handayani, M.T., beserta segenap tim dari ITS.
Kepala Mts Nurul Huda, Anis Budiman, S.H.I., M.Pd. menyatakan bahwa Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda dan ITS tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Eko bersama tim mahasiswa ITS.
"Kegiatan kerja sama ini sudah kita persiapkan melalui serangkaian pertemuan dan koordinasi sejak dua minggu terakhir. Tujuannya adalah memberikan tambahan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang robotika bagi siswa-siswi MTs Nurul Huda," ujar Anis.
Sebanyak 84 siswa terpilih dari kelas 8 dan 9 ikut serta dalam kegiatan berdurasi satu hari penuh ini. Pembatasan jumlah peserta dilakukan sesuai dengan kuota dan kriteria yang ditetapkan oleh tim ITS agar proses pendampingan berjalan optimal.
Dalam pelatihan ini, para siswa tidak hanya menerima materi dasar pengenalan komponen elektronika dan alat-alat robotika, tetapi juga diajak melakukan praktik perakitan hingga uji coba alat secara langsung. Puncak acara ditutup dengan kompetisi antar-peserta yang disaksikan oleh seluruh siswa-siswi MTs Nurul Huda.
"Di madrasah ada 16 mata pelajaran reguler. Lewat kerja sama ini, anak-anak mendapat wawasan baru di luar kelas, seperti merakit rangkaian listrik dan mengenal teknologi robotika. Rencananya, program seperti ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan tema yang beragam," pungkasnya.
Ketua Pengmas ITS, Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D., mengungkapkan bahwa program tahunan ini didanai oleh pihak kampus untuk mendorong para dosen dan mahasiswa membagikan keilmuannya secara nyata kepada masyarakat luas.
"Setiap tahun dari ITS ada pendanaan bagi dosen yang memiliki ide untuk mengabdikan keilmuannya kepada masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa agar mereka memiliki pengalaman bersosialisasi sebelum lulus dan terjun ke masyarakat," ujar Prof Eko.
Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat pesatnya perkembangan teknologi modern. Menurutnya, otomatisasi dan teknologi robotika kini mulai mengambil alih berbagai bidang pekerjaan manusia. Oleh karena itu, generasi muda perlu dibekali kompetensi sains dan teknologi sejak dini agar tidak tergilas oleh zaman.
"Dunia robotik saat ini sudah mulai menggantikan banyak bidang pekerjaan. Ini adalah tantangan bagi anak-anak kita di masa depan. Kita tidak hanya bersaing dengan sesama manusia, tetapi juga bersaing dengan teknologi. Maka dari itu, kita perlu membekali mereka agar tidak kalah bersaing," tegasnya.
Dalam pelatihan ini, para siswa MTs Nurul Huda mendapatkan pengalaman belajar praktik secara langsung. Didampingi oleh tim pelatih dari ITS, para siswa diajarkan merakit komponen robot dari awal, merencanakan fungsi robot, hingga menyusun program komputer (coding) agar robot dapat beroperasi sesuai dengan target yang ditentukan.
Prof.Eko berharap kegiatan pengabdian ini dapat memantik minat dan semangat para siswa untuk terus mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Harapan dari kegiatan ini, semoga peminat anak-anak untuk belajar tentang teknologi semakin semangat. Di masa depan, ilmu ini akan sangat bermanfaat agar mereka mampu bertahan dan bersaing di era digital," pungkasnya.(Mec).
