Sidoarjo.Terasdelta - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sidoarjo melakukan audiensi dengan Bupati Sidoarjo guna memperkuat sinergi dalam memakmurkan masjid.
Pertemuan itu membahas capaian program yang telah berjalan serta rencana inisiatif baru untuk meningkatkan kesejahteraan para pengurus masjid maupun marbot di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Senin ( 2/3/26 ).
Ketua DMI Sidoarjo, Imam Mukhozali menyampaikan bahwa salah satu fokus utama program DMI dengan visi Bupati Sidoarjo menyelaraskan dalam meningkatkan kualitas ibadah dan ketaqwaan masyarakat.
DMI Sidoarjo melaporkan beberapa program yang telah berhasil dilaksanakan sejak 2019 hingga 2025, di antaranya: pemberian Insentif Imam Masjid dengan memberikan uang kehormatan sebesar Rp2,5 juta bagi para imam masjid.
" Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 450 imam telah menerima bantuan, Gerakan Aksi nyata DMI bersama takmir dan pengurus masjid setempat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah, Penyelenggaraan Halaqah Zakat dan Kurban bekerja sama dengan BAZNAS untuk memberikan edukasi mengenai tata kelola ibadah." katanya.
Ia tekankan dalam pertemuan ini komitmen DMI Sidoarjo terhadap keselamatan kerja para marbot (penjaga masjid).
"Kami bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan jaminan keselamatan kerja bagi sekitar 500 hingga 1.000 marbot di Sidoarjo. Selama 4 bulan awal, iuran akan disubsidi, dengan harapan kedepannya takmir masjid memiliki kesadaran untuk melanjutkan iuran yang hanya sebesar Rp16.800 per bulan," ujar imam.
Di bulan suci Ramadan, DMI Sidoarjo telah menyiapkan agenda khusus, yakni Safari Ramadan dan program pemberian bingkisan paket lebaran.
"Lebaran Marbot Bahagia". setiap marbot masjid akan diberikan bingkisan,baju Koko,uang tunai Rp.100 RIbu.Program ini bertujuan memberikan paket bantuan lebaran kepada sekitar 500 marbot sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melayani umat.
Sementara itu, Subandi Bupati Sidoarjo menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan pada Imam maupun Marbot masjid.
" di Sidoarjo ini jumlah musholah hampir 4 ribu,masjid hampir 1.500 ,nah coba dihitung agenda akhir tahun ,jumlah anggotanya berapa kita ajukan pada tahun 2026 bisa di realisasi pada tahun 2027." imbuhnya.
Melalui sinergi ini, diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang dikelola dengan manajemen yang profesional dan menyejahterakan para pengurusnya.( Mec ).
