Notification

×

Iklan

Iklan

LAZISNU PCNU Sidoarjo Gelar Edukasi Zakat Hingga Pemulasaraan Jenazah di Sekolah Swasta Maupun Negeri. ‎

Selasa, 03 Maret 2026 | Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T06:11:35Z


 

‎Sidoarjo.Terasdelta - Mengisi momen bulan suci Ramadan, LAZISNU PCNU Sidoarjo menginisiasi program edukasi nilai-nilai keislaman bagi para siswa di berbagai sekolah di Kabupaten Sidoarjo.

Salah satu agenda utamanya adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai zakat, infak, sedekah, serta praktik pemulasaraan jenazah.

‎​Ketua PC LAZISNU Sidoarjo,Dody Dliyaudin menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kepedulian sosial dan kemandirian dalam menjalankan ibadah harian bagi para siswa.

‎​"Kami hadir untuk memberikan pembelajaran tentang nilai-nilai keislaman, seperti zakat, infak, dan sedekah. Menariknya, kali ini kami bekerja sama dengan AMRI (Asosiasi Mudin Republik Indonesia) untuk memberikan edukasi tentang tata cara merawat jenazah," ujar Dody ditemui di SMP Negeri 2 Sukodono, Selasa (3/3/26).

‎​Menurut Dody, keterampilan ini sangat penting karena merupakan bagian dari ritualitas harian di masyarakat yang harus dikuasai oleh generasi muda.

‎"Program pemulasaraan jenazah ini mencakup materi komprehensif, mulai dari cara memandikan, mengkafani, menyalati, hingga proses penguburan." tuturnya.

‎​Kegiatan ini dilakukan secara serentak di berbagai titik lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, baik sekolah negeri maupun swasta yang berjumlah 10 titik. Pondok ramadhan ini Dimulai pada minggu kedua Ramadan dan direncanakan berlangsung hingga tanggal 11 atau 12 Maret 2026.

‎​"Ini adalah bentuk bakti kami untuk menumbuhkembangkan pemahaman siswa mengenai pentingnya berzakat dan bersedekah sejak dini," pungkasnya.

‎Kepala SMPN 2 Sukodono, Mar’atus Solichah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah membagi jadwal bagi seluruh tingkatan kelas agar materi tersampaikan dengan optimal.

‎​“Kami bekerja sama dengan LAZISNU selama tujuh hari penuh. Untuk kelas 8 dan 9 mendapatkan porsi enam hari, sementara kelas 7 selama tiga hari,” ujar Mar’atus saat ditemui di ruang kerjanya,

‎Selain pondok ramadhan, anak-anak juga diajarkan sebagai panitia pengumpulan zakat fitrah  dengan harapan bisa memahami pelaksanaan pengumpulan maupun pentasyarufan zakat.


‎" Alhamdulillah siswa kami kita ajarkan sebagai panitia zakat fitrah,ada total 1022  siswa SMPN 2 Sukodono yang berzakat."Himbaunya.

‎Menurut Mar’atus, kegiatan ini merupakan bentuk kemitraan yang luar biasa. Melalui bimbingan langsung dari para praktisi dan akademisi, diharapkan siswa tidak hanya sekadar tahu secara teori, tetapi mampu mempraktikkan ajaran agama dengan sempurna.

‎​"Tujuan utamanya adalah agar siswa memiliki praktik baik dari kegiatan Pondok Ramadan ini, yang nantinya bisa mereka terapkan secara konsisten di lingkungan masing-masing," pungkasnya.




‎​Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami teori agama di kelas, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.( Mec ).

×
Berita Terbaru Update