Notification

×

Iklan

Iklan

Halal Bihalal, Panti Asuhan Hasyim Asy'ari Pepe Harapkan Uluran Tangan Dermawan untuk Masa Depan Anak Yatim.

Sabtu, 18 April 2026 | April 18, 2026 WIB Last Updated 2026-04-18T15:17:05Z


 

‎Sidoarjo.Terasdelta – Keluarga besar Panti asuhan anak yatim dan dan fakir miskin desa Pepe Sedati Sidoarjo menggelar Halal Bihalal. Sabtu ( 18/4/2026 ). kegiatan ini menghadirkan KH. A. Muslich Abbas,S.H, Pengasuh Ponpes Faichul Huda sekaligus Rois Syuriah PCNU Mojokerto,PRNU Pepe, Banom NU ,Lembaga NU, Pemdes Pepe, Tokoh masyarakat dan warga nahdliyin.


‎Ketua Panti Asuhan Hasyim Asy'ari,Saikul Huda, menyatakan terus berkomitmen memberikan penghidupan dan pendidikan yang layak bagi anak-anak asuhnya. Namun, pihaknya mengakui bahwa dukungan dari masyarakat luas sangat dibutuhkan demi keberlangsungan Panti asuhan.


‎​Saikul Huda menyatakan bahwa kegiatan rutin ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan bentuk manifestasi dari hablum minannas (hubungan antar sesama manusia).


‎​"Kami berharap melalui kegiatan ini, hubungan silaturahmi antara pengurus, masyarakat, dan anak-anak yatim semakin erat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menghapus dosa-dosa melalui amal kebaikan dan kepedulian," ujarnya.

‎​

‎​Saat ini, panti Asuhan Hasyim Asy'ari tersebut menampung sekitar 75 anak yatim. Fokus utama yayasan adalah memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan formal yang memadai, minimal hingga tingkat SMA. Biaya pendidikan dan kebutuhan harian ini menjadi tantangan besar yang dihadapi pengurus setiap harinya.

‎​

‎​"Nasib anak-anak ini tidak bisa ditentukan secara otomatis. Mereka butuh bantuan nyata untuk bisa terus bersekolah dan meraih cita-cita," tambahnya.


‎​Dalam kesempatan ini pula,Saikul Huda  juga mengungkapkan keluh kesah terkait kurangnya dukungan dari pemerintah. Selama ini, operasional panti lebih banyak ditopang oleh swadaya pengurus dan bantuan masyarakat sekitar.


‎​"Hingga saat ini, perhatian dari pemerintah bisa dikatakan belum ada. Kami seringkali merasa kesulitan karena persyaratan formalitas yang rumit, sementara kebutuhan anak-anak di lapangan sangat mendesak dan nyata," tegasnya.


‎Dalam tausiyahnya,KH. A. Muslich Abbas, menekankan pentingnya esensi dari ibadah puasa Ramadan yang baru saja dilalui. ​Kiai. A. Muslich Abbas mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur. Beliau mengingatkan bahwa segala aktivitas, termasuk terselenggaranya acara santunan ini, tidak lepas dari kehendak dan pertolongan Sang Pencipta.


‎​"Acara ini tidak akan bisa terselenggara, Halal bi Halal ini tidak akan bisa terwujud, tanpa adanya keikutsertaan Qudrah, Iradah, dan Inayah dari Gusti Allah SWT," ujarnya.


‎Menurut KH. A. Muslich Abbas, setidaknya ada dua hal utama yang harus diperbaiki pasca Ramadan diantaranya Hablum Minallah (Hubungan dengan Allah) dan ​Hablum Minannas (Hubungan dengan Sesama) dengan meningkatkan kepedulian sosial, sebagaimana diwujudkan peduli kepada anak yatim dan fakir miskin.


‎​

‎​Dalam pesannya, KH. A. Muslich Abbas, juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap tradisi Halal bi Halal. Menurutnya, konsep saling memaafkan yang dikemas secara massal dan terorganisir seperti ini merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang kini mulai banyak dicontoh oleh negara-negara lain.


‎​"Halal Bihalal yang dikemas dalam kampus, organisasi, masyarakat, hingga tingkat berbangsa dan bernegara ini adalah tradisi asli kita yang luar biasa," imbuhnya.


‎​Pihak Panti asuhan Hasyim Asy'ari berharap pemerintah dapat lebih peka dan memberikan kemudahan akses bantuan tanpa birokrasi yang memberatkan, mengingat tugas yang diemban panti asuhan adalah membantu negara dalam menyantuni fakir miskin dan anak terlantar.( Mec ).


×
Berita Terbaru Update