Sidoarjo.Terasdelta – Kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo kini dalam kondisi memprihatinkan. Tumpukan sampah yang menggunung dan asap pembakaran yang mengepul menjadi pemandangan sehari-hari di desa ini.
Sekretaris desa Ketegan, M.Abidul, mengungkapkan bahwa situasi ini merupakan realitas pahit yang harus dihadapi desa. Meskipun kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya cukup tinggi, hal ini tidak dibarengi dengan infrastruktur dan dukungan finansial yang memadai.
"Konsumsi sampah dari warga setiap hari ada, sementara biaya pembayaran dari warga hanya sebesar Rp15.000. Ini jauh di bawah standar minimal yang ditetapkan kabupaten, yakni Rp25.000," ujarnya M.Abidul saat ditemui di lokasi TPST. Senin ( 20/4/2026 ).
Selain masalah biaya operasional, kondisi fisik bangunan TPST juga sudah lama terbengkalai. Menurut Sekdes, bangunan tersebut rusak parah setelah beberapa kali terkena musibah angin puting beliung karena lokasinya yang berada di tengah area persawahan yang terbuka.
Hingga saat ini, pihak desa mengaku kesulitan untuk memproses maupun membuang sampah keluar karena keterbatasan alat. Upaya permohonan bantuan mesin pemilah sampah kepada pemerintah daerah pun hingga kini belum membuahkan hasil.
TPST ini melayani sekitar 1.000 kepala keluarga dari tiga RW. Untuk mengelola volume sampah tersebut, hanya terdapat enam orang pekerja yang semuanya berstatus sebagai pemungut, tanpa adanya tenaga pemilah.
Masalah kesejahteraan pekerja juga menjadi sorotan. Saat ini, para pekerja hanya menerima upah sebesar Rp1.750.000 per bulan. Anggaran tersebut murni untuk gaji, tanpa adanya tunjangan tambahan untuk biaya operasional seperti bensin maupun jaminan kesehatan.
M.Abidul berharap pemerintah kabupaten dapat memberikan atensi lebih terhadap masalah sampah di tingkat desa ini.
"Kami berharap pimpinan di atas bisa membantu memberikan solusi nyata bagi TPST kami, agar kebersihan di desa bisa terjaga dengan baik dan berkelanjutan," pungkasnya.
Saat ini, kepengurusan TPST yang baru sedang melakukan uji kelayakan dan pengkajian ulang untuk mencari skema keuangan yang lebih sehat guna memastikan sampah bisa diproses dengan lebih layak di masa depan.( Mec ).
