Sidoaerjo.Terasdelta – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo terus berkomitmen melakukan penguatan organisasi dan pencetakan kader di tingkat akar rumput. Hingga saat ini, pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), serta Dirosah telah memasuki putaran kelima di wilayah Sidoarjo.
Sejumlah wilayah yang telah sukses menyelenggarakan pengaderan ini di antaranya meliputi PAC GP Ansor Prambon, Krembung, Sedati, Tanggulangin, dan yang terbaru di PAC GP Ansor Candi.
Untuk PAC GP Ansor Candi Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) tahun 2026 di gelar di MI Islamiyah Kedungpeluk. Kamis (26/6/2026). Agenda pengkaderan intensif ini berlangsung selama tiga hari mulai kamis 26 hingga Ahad 28 Juni 2026.
Ketua PAC GP Ansor Candi, Fariz Yunanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia memaparkan bahwa total peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 48 orang, yang terbagi rata untuk dua jenis pengkaderan berbeda.
"Alhamdulillah, pelaksanaan PKD dan Diklatsar tahun 2026 PAC GP Ansor Candi telah dilaksanakan dengan baik. Pada kegiatan kali ini, peserta PKD berjumlah 24 orang dan Diklatsar juga 24 orang, dengan total keseluruhan mencapai 48 peserta," ujar Fariz.
Menariknya, seluruh peserta yang hadir merupakan murni kader lokal yang berasal dari wilayah Kecamatan Candi sendiri. Mereka merupakan perwakilan dari ranting-ranting Ansor yang tersebar di tingkat desa.
"Seluruh peserta ini berasal dari lokal PAC Candi sendiri, yang merupakan representasi dari kader-kader di 24 ranting yang ada di Kecamatan Candi," tambahnya.
Pembukaan PKD dan Diklatsar ini dihadiri oleh jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Candi.
"Hadir dalam seremonial pembukaan unsur Forkopimka Candi, mulai dari Pak Camat, jajaran TNI-Polri seperti Danramil dan Kapolsek, hingga Kepala KUA," jelasnya.
Selain jajaran pemerintahan, dukungan penuh juga ditunjukkan oleh struktur Nahdlatul Ulama setempat. Tampak hadir Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Candi, beserta seluruh pimpinan Badan Otonom (Banom) NU se-Kecamatan Candi dan Pengurus PC GP Ansor Sidoarjo.
Fariz Yunanto tak menampik bahwa tantangan merekrut kader baru di era digital saat ini semakin kompleks. Mengutip arahan dari Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sidoarjo, tantangan menarik minat pemuda untuk aktif berorganisasi dirasakan semakin berat.
"Meskipun sempat disampaikan oleh Sahabat Sekretaris PC GP Ansor Sidoarjo bahwa rekrutmen kader terbilang berat di era sekarang, kami di tingkat PAC GP Ansor Candi terus berkomitmen dan bersemangat mencetak kader-kader baru," tegasnya.
Melalui penggemblengan selama tiga hari penuh, para peserta dibekali materi ideologi kebangsaan, keorganisasian, serta ke-Aswaja-an guna mencetak kader Ansor dan Banser yang militan.
"Harapan kami, setiap kegiatan kaderisasi ini dapat terus melahirkan kader baru yang siap berkhidmat secara nyata dan memajukan organisasi yang kita cintai ini di masa depan," pungkasnya.
Sementara itu, tercatat ada sekitar 300 hingga 400 kader baru telah dinyatakan lulus dan siap mengabdi.Data tersebut merupakan dari pengaderan PKD dan Diklatsar serta Dirosah yang sudah berlangsung di 5 PAC GP Ansor mulai Prambon, Krembung, Sedati, Tanggulangin, dan yang terbaru di PAC GP Ansor Candi.
Ketua PC GP Ansor Sidoarjo,Choirul Mu'minin, menjelaskan bahwa gerakan ini didasarkan pada tiga pilar program utama, yaitu Ngaji, Ngader, dan Makaryo.
"Ngaji artinya kita di Ansor adalah penerus perjuangan Nahdlatul Ulama. Sedangkan Ngader tidak hanya berfokus pada pengaderan formal seperti PKD, Diklatsar, atau Dirosah, melainkan juga menyentuh ranah informal," ujarnya.
Pengaderan informal ini dilakukan secara adaptif dengan merangkul berbagai komunitas pemuda di masyarakat, mulai dari komunitas pengusaha, komunitas motor, hingga pegiat UMKM.
Melalui kombinasi pengaderan formal dan informal ini, GP Ansor berharap dapat melahirkan generasi muda Nahdliyin yang tangguh, memiliki pemahaman ideologi Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(Mec).
