Notification

×

Iklan

Iklan

Haru dan Bangga Mewarnai Farewell Celebration KB-RA-MI NBS Grabagan di Auditorium BPVP Tulangan

Minggu, 21 Juni 2026 | Juni 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-21T13:51:00Z

Terasdelta.com – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Auditorium KH. Bisri Syansuri Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Tulangan, Sidoarjo pada Minggu (21/6/2026). Ratusan wali murid bersama para guru berkumpul dalam agenda rutin tahunan "Farewell Celebration" atau pelepasan peserta didik jenjang Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum Bilingual School (NBS) Grabagan, Tulangan.

Acara pelepasan tahun ini menandai momen penting pengembalian mandat pendidikan dari pihak madrasah kepada para orang tua, setelah melalui proses panjang bimbingan akademik dan spiritual yang intensif.


Berdasarkan data resmi panitia, prosesi wisuda tahun ini diikuti oleh 51 peserta didik jenjang KB, 111 peserta didik jenjang RA, dan 136 peserta didik lulusan MI NBS yang telah menyelesaikan pendidikan dasar enam tahun dengan tangguh.

Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Kepala MI Nurul Ulum Bilingual School (NBS) Grabagan, Hudi Nurwiyanto, S.Sos.I, M.Pd., mengajak seluruh orang tua murid untuk kembali mengenang memori 6 tahun silam saat pertama kali mendaftarkan putra-putri mereka ke lembaga pendidikan tersebut.


"Panjenengan dulu, ketika mendaftarkan putra-putri panjenengan enam tahun yang lalu, masih imut-imut, nggih. Masih lucu-lucunya anak, masih rewel-rewelnya anak. Seperti halnya adik-adik KB dan RA tadi, seperti itulah putra-putri panjenengan dulu ketika panjenengan pasrahkan kepada kami. Tetapi sekarang sudah enam tahun, jelas jauh berbeda," ujar Hudi di hadapan para hadirin.

Hudi menegaskan, transformasi positif yang terlihat pada diri para lulusan saat ini merupakan hasil dari sebuah proses pembentukan karakter yang berkesinambungan. Sejak hari pertama masuk, madrasah melakukan pemetaan melalui tes dan seleksi awal untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dasar baca, tulis, dan hitung (calistung) dari masing-masing anak-anak.


Meskipun tingkat kemampuan awal anak-anak sangat beragam, di mana ada yang sudah lancar, ada yang belum, bahkan ada yang sama sekali belum bisa, pihak madrasah berkomitmen penuh untuk mengupayakan perubahan yang maksimal dengan dukungan penuh dari orang tua murid selama enam tahun penuh.

Pihak MI NBS Grabagan Tulangan memaparkan bahwa ikhtiar yang dijalankan sehari-hari di madrasah berfokus pada integrasi kegiatan akademik dan spiritual. Sejak pagi hari, para siswa sudah dibiasakan melaksanakan shalat dhuha berjamaah yang diikuti dengan hafalan atau pembiasaan surat-surat pendek Al-Qur'an.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi akademik oleh bapak dan ibu guru. Pola pendidikan ini ditutup dengan pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah, bahkan bagi siswa kelas tinggi dilanjutkan hingga shalat ashar berjamaah di lingkungan madrasah sebelum kepulangan.

Menariknya, Kepala Madrasah juga menyoroti tantangan tersendiri dalam mendidik generasi masa kini. Ia mengungkapkan bahwa kurikulum dan jadwal yang padat dari pagi hingga sore hari sempat membuat beberapa orang tua merasa tidak tega, meskipun anak-anak mereka justru menikmati seluruh proses pembelajaran dengan gembira.


"Sebenarnya anaknya masih bisa mengikuti, belajar dengan baik bersama teman-temannya dan dibimbing guru. Tapi kadang orang tuanya yang tidak kuat. Ada yang beralasan materi pelajaran sudah seperti anak SMP atau SMA, ada juga yang tidak kuat melihat anaknya pulang sore lalu masih ditambah kegiatan mengaji dan les di rumah. Namun, panjenengan semua yang hadir hari ini adalah orang tua hebat yang terus istiqomah mendampingi dan bekerja sama dengan kami," tambahnya.

MI NBS Grabagan menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan, doa, serta komunikasi intensif yang dibangun oleh wali murid melalui berbagai kanal koordinasi.


Keberhasilan para siswa meraih berbagai prestasi tidak lepas dari sinergi kuat antara jerih payah guru dan keikhlasan orang tua.

Mengakhir sambutannya, Hudi Nurwiyanto juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat keterbatasan maupun pergeseran jadwal kegiatan di akhir tahun ajaran kelas 6 ini.


Acara ditutup dengan prosesi simbolis penyerahan kembali seluruh peserta didik KB, RA, dan MI kepada orang tua masing-masing dengan harapan besar agar mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan tetap menjaga nilai-nilai kesholehan yang telah ditanamkan. (Sam Arif). 

×
Berita Terbaru Update