Terasdelta.com – SMK Telkom Sidoarjo kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan elit di Indonesia. Dalam prosesi kelulusan unik bertajuk Hantarasena 2026, sekolah ini tidak hanya merayakan kelulusan 255 siswa kelas 12 dan 13, tetapi juga mendeklarasikan lompatan prestasi yang luar biasa di kancah nasional hingga internasional.
Tahun ini, SMK Telkom Sidoarjo berhasil meroket secara dramatis hingga menduduki peringkat ke-3 terbesar se-Indonesia dalam raihan prestasi siswa. Dominasi tersebut diperkuat dengan keberhasilan mereka menyabet gelar Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Sidoarjo, sekaligus menjadi sekolah dengan perolehan piala kejuaraan terbanyak di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Dampaknya langsung terasa pada keterserapan alumni. Saat ini, 80 persen lulusan langsung terserap di dunia kerja, Perguruan Tinggi Negeri (PTN), serta berhasil mengamankan beasiswa kuliah di luar negeri, seperti ke China dan Malaysia.
Hal itu, diungkapkan oleh Kepala SMK Telkom Sidoarjo, Abror, SHum MPd pada prosesi Hantarasena SMK Telkom Sidoarjo tahun 2026, yang dipusatkan di halaman sekolah setempat, Senin (15/6/2026).
Prosesi yang digelar secara outdoor di lapangan terbuka ini berlangsung sangat khidmat, bahkan pecah oleh isak tangis haru. Suasana emosional memuncak saat orang tua murid berjalan mencari anaknya yang berdiri menunggu di lapangan untuk menyematkan selempang kelulusan secara langsung. Langkah ini sengaja diambil sekolah sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dukungan moral dan materiil orang tua selama masa pendidikan.
Berbeda dengan institusi lain yang menggunakan istilah pelepasan, SMK Telkom Sidoarjo memilih tajuk "Hantarasena". Nama ini dipilih sebagai bentuk komitmen lembaga untuk mendampingi dan mengantarkan para alumni menuju masa depan.
Kepala SMK Telkom Sidoarjo, Abror, SHum MPd mengungkapkan, konsep acara luar ruangan ini sengaja dipilih sebagai refleksi proses penggemblengan atau 'Kawah Candradimuka'.
"Kedisiplinan dan tekanan kurikulum yang dihadapi siswa selama sekolah merupakan bekal penting untuk membentuk daya tahan (resilience) di dunia kerja maupun perguruan tinggi," ujar Abror.
Pihak sekolah menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan hardskill dan karakter siswa. Lulusan SMK Telkom Sidoarjo dibekali dengan kombinasi kuat antara penguasaan teknologi digital dan pondasi moral yang kokoh.
Meski berhasil membawa sekolah meroket ke jajaran elit nasional, pihak manajemen sekolah menegaskan bahwa deretan angka, piala, dan prestasi internasional tersebut hanyalah bonus. Prestasi yang paling hakiki adalah ketika para lulusan tetap memiliki hati yang baik dan akhlakul karimah (akhlak mulia) saat terjun dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Telkom Sidoarjo, Maulana Al-Ghofiqi, M.Pd., mengungkapkan, komitmen sekolah dalam mengawal masa depan para alumni. Ia memaparkan bahwa dari total 255 lulusan, sebanyak 80 persen di antaranya sudah terserap di PTN, perguruan tinggi internasional, serta perusahaan-perusahaan besar di sektor Teknologi Informasi.
Sementara untuk 20 persen lulusan yang saat ini masih berproses, pihak sekolah memastikan akan terus memberikan pendampingan intensif. Maulana menargetkan pada Desember 2026 nanti, seluruh alumni dapat terserap total 100 persen sesuai dengan komitmen konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan kuliah, atau Berwirausaha).
"SMK Telkom Sidoarjo berkomitmen penuh untuk terus mendampingi keterserapan para lulusan di dunia kerja maupun perguruan tinggi. Dari 255 siswa, saat ini tinggal sekitar 20 persen saja yang masih berproses. Sementara 80 persen sisanya sudah berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), kampus luar negeri, serta berbagai industri dan perusahaan ternama di bidang Teknologi Informasi," ujar Maulana.
"Target kami, sisa 20 persen siswa yang masih berproses ini akan terus didampingi secara intensif. Kami menargetkan maksimal pada bulan Desember mendatang, seluruh lulusan tahun ini sudah terserap 100 persen, sesuai dengan motto kami, yaitu BMW: Bekerja, Melanjutkan kuliah, atau Berwirausaha," tutupnya. (Lid / Sam Arif).






