Notification

×

Iklan

Iklan

Mahakarya Siswa ke-47 SMP Wachid Hasjim 9 Sedati, Wadah Kreativitas Sekaligus Pelepasan Angkatan 2026.

Minggu, 14 Juni 2026 | Juni 14, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T01:23:10Z


 

Sidoarjo.Terasdelta  – SMP Wachid Hasjim 9 Sedati sukses menyelenggarakan festival tahunan "Mahakarya Siswa ke-47 Tahun 2026". Bertemakan Metamorfosa: Beyond Limits. Sabtu (13/6/2026). Acara yang berlangsung meriah ini sekaligus menjadi momentum emosional pelepasan siswa-siswi akhir kelas 9, di mana seluruh rangkaian kegiatan menampilkan ragam unjuk karya dan kreativitas seni terbaik sebagai persembahan terakhir para siswa kepada almamater tercinta.

‎Gelaran Mahakarya tahun ini dihadiri Bupati Sidoarjo, Bapak H. Subandi, S.H., M.Kn., yang merupakan salah satu alumni terbaik SMP Wavhid Hasjim 9 Sedati lulusan tahun 1992, Turut hadir pula dr.Hj Sriatun Subandi Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo sekaligus anggota DPRD provinsi Jatim  tercatat sebagai alumni MI Wachid Hasjim Sedati, jajaran elemen masyarakat dan Muspika Kecamatan Sedati, termasuk Camat Sedati hingga seluruh lembaga pendidikan dari tingkat Playgroup, TK, MI, SMP, hingga SMA.

‎Selain Bupati dan istri, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. H. Akhmad Jazuli, S.H., M.S.i., hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa. kehadiran orang nomor satu di Sidoarjo ini menjadi kebanggaan besar bagi pihak yayasan Wachid Hasjim 9 Sedati.

‎Kepala Sekolah SMP Wachid Hasjim 9 Sedati (Sidoarjo) Ahmad Suyudi, S.Pd. menegaskan bahwa SMP Wachid Hasjim 9 Sedati berkomitmen penuh untuk mendampingi anak-anak dari seluruh latar belakang sosial, baik dari kalangan menengah ke bawah hingga menengah ke atas. Sekolah tidak hanya dipandang sebagai tempat transfer ilmu akademis di dalam kelas, melainkan sebagai wadah utuh untuk mengekspresikan potensi diri.

‎" Kegiatan ini merupakan wadah ekspresi anak-anak sekaligus ikhtiar kami untuk melakukan show of force kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa kami adalah lembaga yang tidak hanya memberikan materi pelajaran atau sekadar mendampingi proses belajar mengajar, tetapi juga memfasilitasi, mendampingi, dan mewadahi totalitas kreasi anak-anak," ungkapnya.

‎Dalam kegiatan ini, SMP Wachid Hasjim 9 Sedati memberikan penghargaan bagi para siswa, karyawan, dan guru berprestasi sebagai tradisi tahunan sesuai Surat Keputusan (SK).Pada kategori siswa, penghargaan diberikan kepada peraih peringkat nilai tertinggi di bidang akademik untuk kelas 7, 8, dan 9.

‎Apresiasi khusus juga diberikan kepada sekitar 7 siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an (Tahfidz). Lewat kebijakan sekolah, setiap siswa yang menuntaskan hafalan 1 juz diberikan reward berupa pembebasan biaya SPP selama satu bulan.Tidak berhenti di situ, komitmen kesejahteraan dan motivasi juga menyasar tenaga pendidik dan kependidikan. Selain memberikan Tabungan Nasional (Tabanas) untuk guru dan karyawan berprestasi serta staf dengan masa bakti terlama (tahun ini mencatat rekor pengabdian terlama ketiga mencapai 24 tahun), sekolah kembali memberikan hadiah utama berupa ibadah umroh.

Jika pada tahun sebelumnya sekolah memberangkatkan dua orang (satu karyawan dan satu guru), pada tahun 2026 ini SMP Wachid Hasjim 9 Sedati kembali memberangkatkan satu orang guru berprestasi ke Tanah Suci. Program apresiasi ini diproyeksikan akan terus berjalan secara berkesinambungan demi menjaga performa dan dedikasi mengajar di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo,Subandi yang juga merupakan alumni dari sekolah tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya bersandar pada pihak sekolah.

‎"Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak. Namun, orang tua tetap menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan mereka. Karena itu, sekolah dan keluarga harus berjalan bersama," ujar Subandi.

‎Subandi menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dan lebih kompleks dibandingkan zaman dahulu, terutama dengan masifnya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Tantangan terbesar saat ini adalah digitalisasi. Karena itu, orang tua harus peduli dan terus mengawasi perkembangan anak-anaknya," tuturnya.

‎Selain memberikan imbauan kepada orang tua, Bupati Sidoarjo juga memberikan motivasi langsung kepada para siswa yang hadir agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

‎"Jangan pernah takut bermimpi. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, terus berusaha, jangan menyerah, dan selalu meminta doa serta dukungan dari orang tua," pesan Subandi.

‎Ia juga berharap kegiatan seperti Gelar Mahakarya ini terus dipertahankan sebagai ruang kreatif bagi siswa untuk membangun rasa percaya diri dan karakter yang kuat. Melalui kolaborasi yang solid antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat, Subandi optimistis Sidoarjo dapat mencetak generasi penerus yang siap menjawab tantangan zaman.(Mec).

×
Berita Terbaru Update