Sidoarjo.Terasdelta – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di wilayahnya. Guna memastikan kenyamanan dan keamanan siswa dalam proses belajar mengajar, Pemkab Sidoarjo menjadwalkan proyek renovasi total untuk tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Waung, Kecamatan Krembung.
Rencana renovasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi sekolah yang mengalami kerusakan, Jumat (26/6/2026). Dalam sidak ini, Bupati didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo, Dr. Netty Lastiningsih, M.Pd., serta Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Ir. H. Supriyono, S.H., M.H.
"Di tahun anggaran 2026 ini, ada tiga ruang kelas di SDN Waung yang akan direhabilitasi total dengan anggaran sekitar Rp 884 juta. Realisasi pengerjaan fisik kita targetkan mulai berjalan pada bulan Agustus mendatang," ujar Subandi.
Renovasi Total dan Antisipasi Banjir
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, struktur bangunan lama SDN Waung dinilai memerlukan pembenahan menyeluruh. Tim teknis menemukan bahwa bangunan terdahulu tidak memiliki penguat besi yang memadai, ditambah kondisi kepadatan tanah lantai bawah yang kurang maksimal, sehingga memicu keretakan pada struktur bata.
Subandi menjelaskan, proyek rehabilitasi ini akan difokuskan pada perbaikan atap, dinding, penguatan struktur sloof, hingga peninggian elevasi bangunan, khususnya pada area belakang sekolah. Langkah peninggian bangunan ini diambil sebagai solusi jangka panjang untuk mengantisipasi genangan air, mengingat wilayah belakang sekolah kerap kali kebanjiran saat musim hujan tiba.
"Materialnya harus memakai sirtu (pasir batu) yang bagus. Kita benahi strukturnya agar bangunan kokoh dan tidak bergerak, sehingga anak-anak bisa belajar dengan rasa nyaman dan aman," tegasnya.
Komitmen perbaikan infrastruktur di SDN Waung tidak berhenti di tahun ini saja. Pemkab Sidoarjo telah memproyeksikan perbaikan tahap kedua pada tahun anggaran 2027 untuk lima ruangan tambahan lainnya. Dengan demikian, hingga akhir tahun 2027, total ruangan yang rampung direhabilitasi menjadi 8 ruangan, terdiri dari 6 ruang kelas dan 2 ruang pendukung.
Di sisi lain, Bupati Subandi juga memberikan instruksi tegas kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mengawasi kinerja kontraktor secara ketat. Ia menekankan bahwa proyek penunjukan maupun lelang bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah di Sidoarjo wajib memprioritaskan kontraktor dan tenaga kerja lokal.
"Warga Sidoarjo harus kerja di Sidoarjo. Ini komitmen kita bersama. Yang bayar pajak orang Sidoarjo, maka yang kerja harus orang Sidoarjo. Kami akan awasi ketat jangan sampai ada 'permainan'. Ini demi menjaga mutu pembangunan sekaligus membuka lapangan kerja lokal," pungkas Subandi.
Sementara itu, Plt. Kepala Dispendikbud Sidoarjo, Dr. Netty Lastiningsih, M.Pd., mengimbau kepada seluruh kepala sekolah di Sidoarjo agar kasus di SDN Waung ini menjadi pelajaran penting terkait tertib administrasi data digital.
Netty mengungkapkan, pihak sekolah sebenarnya sudah mengajukan proposal rehabilitasi sejak akhir tahun 2023. Namun, saat diverifikasi di sistem, data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah tersebut justru masih tercatat dalam kondisi "Baik".
"Bantuan sarpras (sarana prasarana) dari kementerian maupun dinas itu berbasis pada sinkronisasi data, baik di Dapodik maupun aplikasi SiSardik milik dinas. Karena ada ketidaksesuaian antara proposal dan data digital, bantuan untuk sekolah ini sempat tertunda karena kami mendahulukan sekolah yang datanya sudah sinkron," jelas Netty.
Saat ini, proses perencanaan rehabilitasi SDN Waung sudah memasuki tahap akhir di tingkat konsultan untuk legalitas gambar dan perencanaan. Setelah itu, berkas akan segera diserahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) untuk proses lelang.
Sebagai informasi, sepanjang tahun anggaran 2026 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo telah mengalokasikan total anggaran sekitar Rp 40,6 miliar. Dana tersebut disebar di 53 titik sekolah di berbagai kecamatan untuk program rehabilitasi dan peningkatan fasilitas pendidikan.(Mec)
