Notification

×

Iklan

Iklan

Wujudkan Rasa Syukur, Warga Desa Wonosunyo Gelar Ritual Tahunan 'Mandi Suci' dan Sedekah Bumi di Petirtaan Belahan.

Minggu, 28 Juni 2026 | Juni 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T07:11:21Z


 

‎​Pasuruan.Terasdelta — Warga Dusun Belahan, Desa Wonosunyo Gempol Pasuruan kembali menggelar tradisi tahunan ritual Mandi Suci dan Sedekah Bumi di kawasan cagar budaya Petirtaan Belahan (Candi Belahan).Ahad (28/6/2026). Tradisi turun-temurun ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan kesehatan, kenikmatan, serta rezeki yang melimpah selama setahun terakhir.


‎​Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti dengan sangat antusias oleh seluruh lapisan masyarakat setempat. Turut hadir pula Forkopimka Gempol dan Pemdes Wonosunyo.


‎​Sekretaris Desa Wonosunyo, Muhammad Ansori, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi warisan leluhur yang dijaga kelestariannya sejak lama. Rangkaian acara puncak dimulai sejak pagi hari dengan menggelar Kirab Ancakan.


‎​"Mulai pagi hari kita mengadakan Kirab Gunungan Ancakan, yang mana itu berisi hasil bumi dari masyarakat kita, baik berupa hasil ladang maupun peternakan," ujarnya


‎​Setelah prosesi kirab selesai, warga kemudian melaksanakan ritual inti di dalam area Petirtaan Belahan. Prosesi di dalam candi meliputi:

‎* ​Pembacaan Doa bersama sebagai wujud rasa syukur.

‎* ​Prosesi Tabur Bunga di area petirtaan.

‎​Ritual Cuci Muka dan Bersih Diri, di mana setiap peserta membasuh muka menggunakan air suci petirtaan dengan harapan dapat menghilangkan unsur-unsur negatif di dalam tubuh.


‎​Sebelum acara puncak hari ini, warga telah melaksanakan kenduri atau selamatan di wilayah masing-masing pada hari pertama, yang kemudian ditutup dengan kenduri akbar di Candi Belahan.

‎​

‎​Selain sarat akan nilai budaya dan spiritual, momentum tahunan ini ternyata membawa dampak positif yang signifikan bagi sektor ekonomi masyarakat sekitar, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


‎​"Alhamdulillah, di setiap momentum ini sangat ramai sekali. Kegiatan ini juga berdampak positif pada UMKM. Di sepanjang jalan dari bawah sampai atas banyak warga yang berjualan, sehingga roda perekonomian di Desa Wonosunyo ini dapat berputar dengan baik," tambahnya.


‎​Melalui suksesnya gelaran tahun ini, pihak pemerintah desa berharap agar tradisi ini dapat terus dilestarikan dengan lebih meriah di masa mendatang, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.


​"Harapan ke depannya, kegiatan ini bisa semakin lancar, tetap ramai, dan masyarakatnya selalu guyub rukun serta kompak selalu," pungkas Ansori.(Mec)

×
Berita Terbaru Update