Notification

×

Iklan

Iklan

Akhmad Rozi Hapsari dan Meilia Dwi Mardiani Jadi Narasumber Pelatihan Guru Berdampak di Al Gontory Tulungagung

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T12:03:34Z

Terasdelta.com – Dua tokoh dan praktisi pendidikan nasional, Akhmad Rozi Hapsari, S.Si., M.M. dan Meilia Dwi Mardiani, S.Si., S.Pd., didapuk menjadi narasumber utama dalam agenda Pelatihan Guru Berdampak, yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Al Gontory Tulungagung. Kehadiran kedua pemateri berskala nasional ini, ditujukan untuk memperkuat kompetensi pedagogis para tenaga pendidik di lingkungan lembaga tersebut.

Pelatihan yang mengusung tema "Guru Berdampak: Mewujudkan Pembelajaran Mendalam Berpihak pada Murid melalui Budaya Positif dan Pendidikan Inklusif Berbasis Visi Semesta" ini dilaksanakan secara bertahap selama dua hari. Kegiatan berpusat di Kompleks Al Gontory Tulungagung, Kampus 3, PAUD Al Gontory.


Kedua narasumber membagikan kepakaran dan pengalamannya secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Pada hari pertama, Selasa (30/6/2026), pelatihan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB diisi oleh Akhmad Rozi Hapsari, S.Si., M.M., yang merupakan Ketua Yayasan Vista. Ia memberikan pembekalan mendalam bagi para peserta mengenai strategi pembelajaran inovatif.

Memasuki hari kedua, Rabu (1/7/2026), estafet materi dilanjutkan oleh Meilia Dwi Mardiani, S.Si., S.Pd. Mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB, praktisi pendidikan ini fokus memberikan pembekalan guna memperkuat implementasi budaya positif serta pendidikan inklusif di lingkungan madrasah.



Melalui kepakaran materi yang dibawakan oleh Akhmad Rozi dan Meilia Dwi Mardiani, Dewan Guru Al Gontory Tulungagung berkomitmen kuat untuk mendorong terciptanya lingkungan belajar yang adaptif serta berorientasi penuh pada kebutuhan murid. Semangat ini dinilai sejalan dengan nilai-nilai luhur dan visi kepengasuhan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Rozi Hapsari menegaskan urgensi dari output pelaksanaan pelatihan ini. Ia berharap agar para tenaga pendidik di Al Gontory dapat bertransformasi menjadi guru yang berdampak bagi masa depan anak didik.


"Output dari pelatihan ini, diharapkan guru-guru Al Gontory dapat menjadi guru-guru berdampak yang senantiasa menyajikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, dan potensi masing-masing anak. Kehadirannya selalu dinantikan karena mampu membangkitkan motivasi dan gemar belajar siswa, serta membawa perubahan yang lebih positif di sekolah," ujar Rozi yang sekaligus menjadi Ketua Yayasan Visi Semesta Indonesia, Rabu (1/7/2026).

Agenda ini pun mendapat respons yang sangat positif dari para peserta. Andini Citra Puspita, S.Pd., salah seorang ustazah yang baru enam bulan mengabdi di lembaga tersebut, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga dan bermakna dalam perjalanan kariernya sebagai pendidik.

"Beberapa ilmu yang saya dapatkan dari Bapak Rozik dan Ibu Melia sangat luar biasa bagi saya. Melalui pelajaran mengenai dampak guru bagi siswa, saya merasa peran kita dalam mencerdaskan anak bangsa ternyata sangat dibutuhkan. Apalagi pada usia-usia yang masih sangat muda, seperti usia sekolah dasar ke bawah. Usia tersebut merupakan pondasi bangsa, tempat di mana generasi muda mulai terbentuk," papar Andini.

Andini juga menambahkan, esensi materi dari kedua narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, peserta didik, dan orang tua dalam membangun generasi bangsa. Selain itu, ulasan kembali mengenai pembuatan modul ajar berdiferensiasi dinilai sangat kontekstual dan relevan dengan regulasi serta keputusan Kemendikbudristek saat ini.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan dewan guru lainnya, Muhammad Faisol Amiruddin, S.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya pelatihan ini. Terlebih bagi Faisol, Meilia Dwi Mardiani merupakan sosok mentor pribadinya.

"Jujur, silaturahmi kita ini terasa terlalu singkat, Ustaz dan Ustazah. Karena ilmu yang kita serap rasanya masih kurang. Semakin kita belajar dan semakin tahu, ternyata qadarullah kita ini masih banyak kekurangan. Ternyata selama ini, kita mungkin hanya menjadi 'hanya sekadar guru' yang asal-asalan saja," ungkap Faisol dengan rendah hati.

Ia mengimbau kepada seluruh rekan sejawat agar pasca-kegiatan ini, seluruh dewan guru Al Gontory bisa lebih siap, tangguh, dan bersemangat dalam menjalankan peran sebagai guru yang berdampak. Tidak hanya bagi diri sendiri dan anak didik, tetapi juga untuk misi yang paling utama, yaitu i'lai kalimatillah (menegakkan kalimat Allah).

Pelatihan ditutup secara khidmat dengan pembacaan hamdalah bersama. Semangat kolektif para guru Al Gontory Tulungagung kini semakin berkobar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang bermutu, cerdas, dan berdampak luas. (Sam Arif). 
×
Berita Terbaru Update